GONTOR

20 November 2009

TARIKH CUTI TAHUN 2010 DAN TAHUN 2011

HARI CUTI DI GONTOR TAHUN 2010 DAN 2011

CUTI PERTENGAHAN TAHUN 1431 H (2010 M)

10 R. Awal 1431 H – 20 R. Awal 1431 H bersamaan 23 Feb 2010 – 05 Mac 2010

CUTI AKHIR TAHUN 1431 H

21 Sya’ban 1431 H – 10 Syawwal 1431 H bersamaan 01 Ogos 2010- 18 Sep 2010



CUTI AWAL TAHU N 1432 H (2011 M)

10 R. Awal 1432 H – 20 R. Awal 1432 H bersamaan 12 Feb 2011 – 22 Feb 2011
20 Sya’ban 1432 H – 10 Syawwal 1432 H bersamaan 20 Jul 2011 - 07 Sep 2011

Anda boleh merancang membeli tiket lebih murah jika jauh-jauh hari sudah mengetahui tarikh cuti.
Anda dinasihatkan agar lebih baik menempah tiket dengan menambah satu hari awal cuti dan mengurangkan satu hari akhir cuti, karena terkadang ada perubahan pada saat akhir oleh Pondok. Contohnya jika tarikh awal cuti 01 Ogos 2010, maka tempahlah tiket pada 02 Ogos. Dan balik ke Gontor 18 Sept 2010, maka tempahlah pada 17 Sept 2010 agar tidak hangus tiket yang sudah dibeli karena ada perubahan hari cuti.

BINGUNG MENCARI TEMPAT PENDIDIKAN YANG BAIK

Hampir semua ibubapa yang bertanggung pasti sentiasa berusaha untuk mencari tempat pendidikan yang terbaik untuk putera-puterinya.
Masalahnya tidak semua ibubapa mengetahui di manakah tempat yang akhirnya menjadi pilihan bahkan tidak sedikit dari mengalami kebingungan. Keadaan ini memang biasa dan wajar terjadi kerana dialami oleh hampir setiap orang.
Bagi ibubapa yang menghendaki anaknya menjadi seorang pendidik dan pendakwah, atau pengusaha wiraswasta, atau seorang ulama yang celik keadaan semasa, maka Gontor adalah salah satu tempat yang sesuai. Walaupun begitu tidak mustahil seorang alumni Gontor boleh menjadi ahli parlimen, atau ahli politik, bahkan seorang dokter pakar, karena tidak sedikit juga yang akhirnya melanjutkan ke jurusan-jurusan umum / sain.
Apapun keputusan terakhir dalam pemilihan tempat pendidikan, adalah bergantung kepada cita-cita ibubapa dan anak secara bersama. Perbincangan dan penyatuan pendapat serta pandangan jauh diperlukan oleh ibubapa dan anak dalam mengkaji pemilihan tempat pendidikan.
Jika ibubapa tidak mempunyai pandangan dan tidak ada cita-cita untuk anaknya sedangkan keputusan diserahkan kepada anak, maka kawan-kawan anaknya yang sebaya akan mempunyai banyak pengaruh dalam pemilihan tempat. Dalam hal ini, sering mengakibatkan penyesalan ibubapa di kemudian hari.
Nasihat saya: Janganlah lihat anak kita hari ini saja, tapi bayangkanlah 10 tahun lagi anak kita akan jadi apa ?. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian. Kalau boleh berenang-renang ke hulu berenang-renang kemudian. Tiada kejayaan tanpa pengorbanan.
Selamat beristikharah dan selamat berjaya. Semoga Allah memberikan kepada kita putera puteri yang shalihin yang masuk syurga. amin ya Robbal alamin

JANGAN LAKUKAN !!!

Larangan keras yang menyebabkan seorang santri dikeluarkan dari sekolah / Pondok dengan tidak hormat:
1. Mencuri.
2. Melawan Pimpinan atau para pembantunya.
3. Bertengkar / bergaduh.
4. Keluar Pondok tanpa izin dari bahagian Keamanan.
5. Berhubungan dengan wanita / zina atau sesama jenis.

Jika seseorang dikeluarkan maka tiada apa-apa surat keterangan akan diberikan. Jika ada pun akan diberikan sekeping surat keterangan yang pelajar tersebut telah dikeluarkan dari Pondok karena sebab pelanggaran. Dan ibubapa mesti datang untuk mengambil putera/puterinya setelah melunasi semua kewajiban administrasi Pondok termasuk hutang piutang terhadap kawan-kawan jika ada.

Jika ingin belajar di Pondok, berniatlah dengan baik untuk mencari ridha Allah mencari ilmu sehingga tammat dengan husnul khatimah. amin.

SEMUA YANG ADA DI PONDOK UNTUK PENDIDIKAN

Apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan selama berada di Pondok Gontor adalah semata-mata untuk pendidikan. Apa yang baik yang ada di Gontor ? banyak sekali. Contohnya:
- Di Gontor ada pelajaran agama dan pelajaran umum / sain.
- Di Gontor ada keorganisasian secara praktikal.
- Di Gontor ada bahasa Arab dan bahasa Inggris yang dipraktikkan selama 24 jam.
- Di Gontor ada persaudaraan Islam yang kuat, tak kira bangsa dan suku.
- Di Gontor ada kesenian.
- Di Gontor ada kegiatan pramuka (pengakap) aktif
- Di Gontor ada pelajaran wajib berpidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris).
- Di Gontor ada kesederhanaan.
- Di Gontor ada pelajaran keikhlasan yang dapat dirasakan setiap saat.
- Di Gontor ada pelajaran ekonomi secara tidak disedari.
- Di Gontor ada kemandirian
- Di Gontor ada keberanian
Dan masih banyak lagi. Kadang-kadang pelajaran-pelajaran di atas tidak diajarkan di dalam kelas namun secara tidak langsung akan meresap pada diri setiap pelajar / santri.
Janganlah diambil sebahagian-sebahagian. Jika anda berada di Gontor, ambillah semua yang positif yang pernah anda dapatkan dari sana.
Beruntunglah orang yang menyadari hal ini. Sebesar keinsafanmu sebesar itu pula keuntunganmu.

19 November 2009

UMUR MINIMA PELAJAR

Untuk masuk ke Gontor, calon pelajar setidaknya telah menyelesaikan pembelajarannya di sekolah rendah. Yakni usia 13 tahu ke atas.
Masa pembelajaran di Gontor adalah 6 tahun dari tingkatan satu sampai tingkatan kelas enam dikenali dengan program Kulliyatul Mu'allimin al Islamiyah (KMI). Setelah enam tahun belajar, pelajar diwajibkan praktik mengajar selama satu tahun sambil mengikuti kuliah di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) setaraf Universiti.
Bagi mereka yang telah menyelesaikan studi di SMP atau setaraf SPM yakni berusia 15 tahun ke atas dapat mengikuti program KMI intensif selama 4 tahun saja.
Gontor tidak menjamin memberikan sijil kepada setiap murid yang belajar di sana.Sijil akan diberikan kepada murid yang selesai pembelajarannya dan berakhlak baik.
Dua bahasa Arab dan Inggris adalah bahasa wajib di Gontor. Bahasa Indonesia /Melayu boleh digunakan di tahap awal pembelajaran di asrama yang dikhaskan untuk pelajar-pelajar baru.
Biaya yang dibayarkan kembali kepada anak santri sendiri bukan kepada guru atau kyai. Guru dan Kyai membiayai dirinya sendiri dengan mendirikan unit-unit usaha ekonomi.
Belajar mandiri, belajar ikhlas, belajar berukhuwwah, belajar berkorban itulah di Gontor.
Masuklah Gontor secara keseluruhan jangan setengah-setengah.

GONTOR MILIK UMMAT ISLAM

Gontor sudah diwakafkan sejak tahun1958. Maka Gontor milik ummat Islam, perlu dijaga, dibela dan diperjuangkan.
Jika Gontor besar dan maju, maka ummat Islam harus ikut bersyukur. Jangan sampai ada anasir-anasir yang ingin mengganggu meruntuhkan Pondok ini.
Semoga anda semua apalagi para alumni harus senantiasa mengikuti perkembangan Pondok Modern Gontor yang kini dengan cabang-cabangnya berjumlah 12 Gontor dalam satu pentadbiran dengan jumlah murid sebanyak lebih 16.000 (enam belas ribu) pelajar/santri. Bahkan tidak sedikit yang datang dari luar Indonesia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Australia, Amerika, Brunei, Saudi Arabia, Mesir)

KIRIMKAN PUTERA / PUTERI TERBAIK ANDA KE GONTOR

Diharapkan para alumni Gontor dapat menjadi calon pemimpin ummat, sama ada di bidang agama atau kemasyarakatan setidaknya menjadi pemimpin keluarga.
Semua orang Islam mengharapkan agar mereka mempunyai para ulama yang bijak dan cerdik. Maka tidak wajar kalau sekolah agama diisi oleh orang-orang yang tidak berkualiti.
Saya sering mendengar orangtua berkata kepada anaknya:
- "Kalau kamu tidak lulus atau nilai kamu tidak baik, maka ayah akan hantar ke Gontor".
- "Kalau kamu nakal dan susah dinasihati, maka kamu akan dihantar ke Gontor".
Saya juga diberitahu:
-" Kalau anak saya nilai peperiksaannya baik, maka akan saya hantar ke sekolah favorite / sekolah unggulan. Tapi kalau ternyata nilainya rendah, maka akan saya hantar ke Gontor".

Masya Allah. Apakah Gontor ini tempat untuk anak-anak buangan ?. Dalam masa yang sama kita mengharapkan agar para ulama kita terdiri dari orang-orang yang baik dan cerdik.
Sungguh sesuatu yang bertolak belakang.
Oleh itu hantarkanlah anak-anak yang paling baik ke Gontor agar kelak dapat diharapkan menjadi ulama yang geliga. amin

09 October 2009

MAKLUMAT BIAYA PENDAFTARAN SYAWWAL 1430 H GONTOR PUTERI 2

Dipermaklumkan kepada segenap calon siswa KMI (Kulliyatul Mu’allimat Al Islamiyah) Pondok Modern Gontor Puteri 2, bahawasanya untuk tahun ajaran 1430-1431 /2009-2010, biaya ditetapkan sebagai berikut.


A.BIAYA ADMINISTRASI PENDAFTARAN CALON SISWI KMI : RP. 3300.000.00
( uang pangkal masuk KMI, uang penambahan bangunan baru, uang kepanitiaan bulan Syawwal, uang kertas, uang majalah Gontor, uang kesehatan, uang pembangunan kampus baru Pondok Moder Gontor I, iuran sekolah dan Pondok (setiap bulan), iuran uang makan (setiap bulan)

B. BIAYA ORGANISASI RP. 34.000.00 (IURAN Pramuka, Perpustakaan, Rayon, Penghijauan.

C. BIAYA PERLENGKAPAN : RP: 154.000.00 (Buku tabungan, transfer/wesel, paket, tas sandal, sewa kotak sepatu, sewa lemari, kasur)

JUMLAH KESELURUHAN RP. 3.488.000.

Biaya di atas belum termasuk biaya Seragam, peralatan sehari-hari dan buku pelajaran.
Iuran makan dan sekolah bisa berubah sewaktu-waktu.

04 October 2009

MENDAFTARKAN PELAJAR BARU

Saya baru membantu seorang santriwati (pelajar perempuan) berusia 12 tahun ke Pondok Gontor Puteri di Mantingan.
Untuk Gontor Putera pendaftaran ditutup tanggal 10 Syawwal jam 12 tengah malam. Tetapi untuk Gontor Puteri ditutup tanggal 20 Syawwal jam 12 malam. Saya mendaftarkan pelajar tersebut pada 10 Syawwal 1430H.
Suasana ramai penuh dengan para walimurid dan calon-calon pelajar yang ingin mendaftar. Bersamaan pula dengan pendaftaran ulang para pelajar lama. Tempat ruang tamu baik untuk kaum ibu atau bapa atau penginapan berbayar juga penuh. Maka tidak heran kalau lapangan parking mobil dibuat tempat tinggal sementara, baik hanya sekedar menggelar tikar atau pun mendirikan kemah-kemah.
Uang Pendaftaran untuk pelajar baru tahun ini sekitar hampir Rp 3.500.000. Tidak termasuk pakaian seragam dan buku-buku pelajaran. Bagi pelajar luar negeri diperlukan lagi Rp. 3000.000 tambahan untuk pengurusan visa belajar selama setahun.
Dokumen yang perlu dibawa : 1. Surat kelahiran (surat beranak) 2. Surat dari sekolah yang menyatakan pernah duduk di kelas 6 sekolah rendah 3. foto 8 lembar ukuran 3x4 dan 2 lembar ukuran 4x6.
Ujian akan dilaksanakan dengan dua cara : 1.lisan dan 2. tulis. Yang diujikan lisan antaranya bacaan al quran dan bacaan shalat serta psiko test. Sedangkan ujian tulis akan diujikan : imla' (menulis arab), bahasa Indonesia, Berhitung (hisab).

Meninggalkan anak di Pondok pertama kali memang cukup berat. Tetapi terpaksa harus dialami karena akan berproses.Selamat berjaya.
amin
Semoga berjaya.

23 August 2009

GONTOR DAN CABANG-CABANGNYA

1. PMG 1 (DARUSSALAM), Gontor Mlarak, Ponorogo 63472. telp: 0352-311711, 311911.
2. PMG 2 (DARUSSALAM), Madusari, Siman, Ponorogo 63471, telp: 0352-483729, 482670, 488570
3. PMG 3 (DARUL MA'RIFAT), Sumbercangkring, Gurah Kediri 64181. telp: 0354-545115
4. PMG 4 (PESANTREN PUTERI).
Puteri 1 Mantingan Ngawi 0351-672000/673261
Puteri 2 Mantingsn Ngawi 0351-673263 / 672646
Puteri 3 Widodaren Ngawi 0351-673519 / 673523
Puteri 4 Konawe Selatan Sulteng 0401-3007647
Puteri 5 Kandangan Kediri 0354-326859
5. PMG 5 (DARUL MUTTAQIEN, Kaligung Rogojampi Banyuwangi 68462
6. PMG 6 akan ditambahkan kemudian

12 August 2009

SELAMAT BERLIBUR DI BULAN RAMADHAN

Alhamdulillah saat ini adalah saat liburan yang biasanya sudahpun ditunggu-tunggu oleh seluruh santri dan ibubapa. Kami mengucapkan SELAMAT BERLIBUR BERSAMA KELUARGA. Kalau boleh kami berpesan sebagai berikut:
1. Nikmati masa liburan ini sebaik-baiknya.
2. Ikutilah pesan-pesan Pondok dalam buku Etiquette.
3. Bahagiakanlah ibubapamu dengan perbuatan-perbuatan yang mulia.
4. Jangan sekali-kali meninggalkan shalat 5 waktu.
5. Cek lagi Paspor dan surat-surat Penting dari Pondok. (kad putih imigresen jangan sampai hilang untuk masuk balik ke Indonesia, surat jalan dari Pondok, dan buku aktifitas). Persiapkan mulai sekarang sehingga ketika pulang lagi ke Pondok, tidak berlaku kalangkabut.
6. Baik lulus atau tidak lulus, berniatlah pulang ke Gontor karena yang penting mendapatkan ilmu bukan mendapatkan sijil.
7. Berniatlah untuk kembali ke Gontor dengan penuh taat dan ikhlas, ridha dengan apa yang ada, mensyukuri nikmat-nikmat yang ada.
8. Janganlah ada menyimpan perasaan takabbur/sombong siapapun dan apapun kedudukan anda, karena sifat ini akan menghancurkan diri sendiri.

Semoga liburan ini menambah anda lebih bersyukur karena anda belajar di Gontor. amin

15 June 2009

MENGKRITIK PONDOK

Banyak orang berkeinginan menyumbang kritik kepada Pondok. Ada kritik yang dapat diterima karena mengarah kepada pembangunan dan perbaikan. Dan ada kritik yang tidak dapat diterima karena dianggap sudah dikerjakan oleh Pondok atau karena tidak sesuai dengan alam Pondok.
Kritik membangun yang paling disukai adalah kritik yang datang dari orang yang berpengalaman dalam soal kePondokan. Apalagi kritik dari orang yang memang banyak berjasa dan berkecimpung di dalam Pondok. Orang yang ikhlas tanpa berniat apa-apa melainkan lillahi ta'ala.
Kritik yang tidak disukai adalah datang dari orang yang memang tidak mengenali alam Pondok, tidak faham tujuan Pendidikan Pondok. Apalagi kalau datang dari orang yang ingin menjatuhkan Pondok atau orang tidak berjasa sama sekali dengan Pondok.
Banyak orang mengkritik atas alasan sayang kepada Pondok tapi sebenarnya ada niat yang kurang baik di sebalik kritikan tersebut, seperti ingin menjatuhkan Pondok atau sejenisnya.
Walllahu a'lam
Yang jelas semua kritikan harus didengar dengan hati yang lapang walaupun tidak harus diterima semua.

MENCARI IJASAH DI GONTOR

Sebenarnya dari mula Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan tidak bertujuan mengeluarkan ijasah / sijil / shahadah. Kalaupun ada, hanya diberikan selembar kertas keterangan yang menerangkan bahwa si murid pernah belajar di PMDG. Surat Keterangan itu saja. Bukan Surat Ijasah / Sijil / Shahadah. Walaupun semakin lama semakin banyak murid, namun para murid tahu dan sedar bahwa mereka setelah belajar akan hanya mendapatkan Surat Keterangan saja. Mereka ikhlas dan redha dengan apa yang diberi oleh Pondok. Mereka lebih mementingkan ilmu dan kualitas diri daripada selembar kertas.
Namun setelah berlalunya zaman, para alumni PMDG semakin bertapak di tengah masyarakat dan banyak diakui oleh orang ramai akan kualitas para alumni tersebut. Apalagi kini PMDG telah mengeluarkan shahadah/sijil yang diakui dan dii'tiraf oleh banyak institusi. Maka tidak heran kalau calon-calon murid berdatangan dari seluruh pelosok Indonesia dan luar negeri.
Tapi sayangnya banyak dari para calon ini yang lupa bahwa ke Gontor bukan mencari ilmu dan pendidikan tetapi mencari sijil/shahadah. Akibatnya mereka ingin cepat selesai, lebih cepat lebih baik, asalkan dapat ijasah/shahadah.

Di sini dinasehatkan agar para calon pelajar sejak mula menginjakkan kaki di Pondok sebaiknya berniat mencari ilmu dan pendidikan bukan mencari shahadah. Pasang niat mahu belajar setahun dua tahun tiga tahun empat tahun asalkan dapat ilmu. Kalau meninggalkan Pondok dengan mendapatkan shahadah maka bersyukurlah, alhamdulillah. Kalau tidak mendapatkan ijasahpun, pasti sudah mendapatkan ilmu dan pendidikan yang baik. Bersyukurlah.

Jangan belajar di Gontor hanya bertujuan belajar bahasa Arab saja, hanya belajar bahasa Inggris saja, hanya asalkan disebut alumni Gontor saja, hanya asalkan tahu kehidupan Pondok saja, hanya ambil ijasah saja dan lain-lain sejenisnya. Berniatlah dan ikhlaskanlah diri anda untuk belajar di Gontor. Apa saja yang diberikan oleh Pondok walaupun kurang suka, terimalah dengan ikhlas dan redha. Semoga anda mendapatkan ilmu yang barakah. Amin.

31 May 2009

SURAT PERMOHONAN SETIAP SANTRI KELAS VI

SURAT PERMOHONAN


Bismillahirrahmanirrahim,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: Mohammad Masruh HA bin H. Ahmad
NO stb: 8620, Konsulat : Semarang
Mohon dengan hormat diterima duduk di kelas VI (enam) KMI Pondok Modern tahun ajaran 1977 M / 1397 H, dengan kesanggupan:
1. Percaya dan ta’at sepenuhnya kepada Pimpinan Pondok Modern dan pembantu-pembantunya, serta melaksanakan dengan sebaik-baiknya segala bimbingan Pimpinanan Pondok Modern dalam segala gerak / bidang tanpa membantah
2. Menta’ati segala peraturan/ disiplin dan sunnah Pondok Modern serta segala kebijaksanaan Pimpinan Pondok Modern/pembantu-pembantunya, dan tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh Pompnan Pondok Modern.
3. Berpegang teguh kepada prinsip-prinsip Pondok Medern sebagaimana yang telah berlaku, berdiri di atas dan untuk segala golongan.
4. Memenuhi dengan sebaik-baiknya kewajiban yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pondok Modern untuk kepentingan KMI,Pondok, Organisasi Pelajar, Pembayaran makan dan lain-lainnya.
5. Sanggup menta’ati segala program pengajaran dan pendidikan kelas VI (enam) dengan penuh kesungguhan, ketekunan dan keikhlasan.
6. Sanggup melaksanakan kegiatan-kegiatan dan disiplin Organisasi Pelajar Pondok Modern dengan penuh kesungguhan, ketekunan dan keikhlasan.
7. Sanggup menjadi tauladan dalam melaksanakan disiplin dan sunnah Pondok Modern.
8. Kalau memang saya terpaksa minta izin meninggalkan Pondok Modern untuk sesuatu dan lain hal dalam satu tahun ajaran mendatang ini, saya tidak akan melampaui batas izin yang telah diberikan oleh Pimpinan Pondok Modern dengan alasan apapun.
9. Kalau ternyata saya tidak dapat/dianggap tidak dapat menepati janji-janji tersebut di atas, saya bersedia menerima tindakan apapun dari Pimpinan Pondok Modern berserta pembantu-pembantunya.

Kemudian atas terkabulnya permohonan saya ini, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih .

Gontor 21 September 1976
Saya yang tersebut di atas
Tandatangan:
Nama terang


Kepada yang terhormat:
1. Bapak Direktur KMI Pondok Modern
2. 2. Bapak Pengasuh Pondok Modern
Di GONTOR PONOROGO

TARIKH PENTING DI GONTOR

JADWAL TAHUNAN GONTOR


11 Syawwal Pembukaan Tahun Ajaran KMI
14 Dzul Qa’dah Apel Tahunan Gontor Puteri 1
21 Dzul Qa’dah Apel Tahunan Gontor III
24 Dzul Qa’dah Apel Tahunan Gontor Puteri III
28 Dzul Qa’dah Apel Tahunan Gontor VI
5 Dul Hijjah Apel Tahunan Gontor V
12 Shofar Awal Ujian Lisan Awal Tahun
25 Shofar Awal Ujian Tulis Awal Tahun
10 Rabiul Awwal Awal Liburan Awal Tahun
20 Rabiul Akhir Akhir Liburan Awal Tahun
24 Rajab Awal Ujian Lisan Akhir Tahun
7 Sya’ban Awal Ujian Tulis Akhir Tahun
18 Sya’ban Akhir Ujian Tulis Akhir Tahun
20 Sya’ban Awal Liburan Akhir Tahun
10 Syawwal Tarikh Akhir masuk Pondok

09 May 2009

CARA MUDAH MENGIRIMKAN UANG KEPADA ANAK DI GONTOR (KHUSUS DARI MALAYSIA)

Alhamdulillah saat ini telah dibuka Bank Muamalat Indonesia cabang Kuala Lumpur. Ini sangat membantu ibubapa dalam mengirimkan uang kepada anaknya yang berada di Indonesia.
Apa yang perlu kita buat adalah anak kita membuka akaun/ rekening Bank Muamalat di Indonesia (contoh di Ponorogo). Ibubapa membuka akaun Bank Muamalat Indonesia. Boleh menyimpan dengan bentuk ringgit dan boleh dalam bentuk rupiah. Jika ibubapa ingin mentransfer di sana disediakan mesin yang tiada dipungut biaya transfer.
Untuk maklumat lebih lanjut silakan menghubungi Bank Muamalat Indonesia beralamat:
G.23 Ground Floor Kompleks Antarabangsa, Jln. Sultan Ismail, 50250 Kuala Lumpur. Tel: 603-27110807. (Mudahnya dekat dengan station Star Raja Chulan).

04 May 2009

BAYARAN / YURAN BULANAN DI GONTOR

Tidak sedikit yang tidak mengetahui bahwa bayaran / yuran bulanan yang diwajibkan oleh Pondok bukanlah untuk gaji (saguhati) para guru atau kyai. Perlu diketahui bahwa guru-guru dan Kyai tidak digaji. Para Kyai dan guru-guru mengajar dengan ikhlas tanpa gaji. Apalagi diambil dari hasil uang yang dikumpulkan dari yuran bulanan. Ini yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang termasuk ibubapa.
Jadi diminta ibubapa janganlah merasa sudah membayar guru-guru apalagi Kyai. Sesungguhnya bayaran yang telah ibubapa bayarkan adalah untuk anak-anak mereka sendiri. Bayaran makan, digunakan untuk keperluan makan anak. Itupun terlalu murah jika dibandingkan dengan makan di luar. Cuba bayangkan kalau makan di luar tiga kali sehari makan kenyang dikalikan sebulan ?.
Sedang bayaran sekolah digunakan untuk keperluan sekolah anak agar anak-anak dapat belajar dengan baik seperti pembelian kapur tulis, perbaikan meja kursi dan papan tulis, meja guru. Bukan untuk gaji guru-guru wahai ibubapa.
Bayaran-bayaran itu untuk keperluan pendidikan anak-anak ibubapa agar dapat belajar dengan baik dengan makan yang cukup sederhana dan sehat.

Lantas dari mana Guru-guru hidup ?. Di sinilah persoalan yang menarik. Bagaimana mereka hidup ? Kenapa mereka bersedia ikhlas mengajar ? Tidak ada Overtime ? mereka bekerja lebih dari biasa ? Mereka gembira dan segar. Alhamdulillah.
Sebenarnya Pondok telah menyediakan unit-unit usaha yang dapat menampung dapur para guru dalam keadaan yang sederhana. Dimaksudkan agar para guru tidak mengganggu uang yuran yang diberikan oleh murid.
Jadi tidak ada istilah murid melawan guru, atau murid merasa telah menghidupi para guru, atau murid telah membeli guru. Murid harus menjadi murid yang taat pada guru.

Adapun sumbangan untuk pengembangan wakaf bangunan dan perluasan wakaf setahun sekali memang itu dipergunakan untuk tujuan tersebut. Maka ikhlaskanlah.

Pertanyaan ? Berapakah jumlah uang yang diberikan ibubapa kepada Pondok ? dan berapakah jumlah uang yang diberikan kepada anaknya ?. Renungkanlah.
Setimpalkah pengorbanan anda agar anak anda menjadi anak yang ibubapa cita-citakan ?.

Perumpamaan jika anda memancing ikan : Wajarkah anda memberi umpan kecil untuk mendapatkan hasil tangkapan yang besar ?.
Renungkanlah.
Cita-cita yang besar, memerlukan pengorbanan yang besar.

PARA SANTRI DARI LUAR NEGERI

Tidak mudah bagi para santri yang datang dari luar negeri karena banyak faktor. Seperti: faktor budaya, faktor makanan, faktor cuaca, faktor lingkungan, faktor bahasa, faktor masyarakat dan lain-lain.
Nasehat saya bagi para santri luar negeri: Sesuaikanlah dirimu di alam yang baru, bersyukurlah anda sempat mengecapi alam Indonesia ala Gontor, Carilah yang tidak ada di negerimu, janganlah merasa sombong karena anda datang dari luar negeri, ikutilah semua disiplin Pondok dengan ikhlas dan gembira, bayarlah semua administrasi yang diwajibkan oleh Pondok sebelum mempergunakan untuk perbelanjaan yang lain, bawalah nama baik negaramu, hormatilah guru-gurumu dan kakak-kakak kelasmu walaupun mereka kadang-kadang lebih muda, lebih miskin, lebih kampung, lebih kecil dan lain-lain.

Ingat ! jika anda melanggar disiplin sampai ke peringkat dipulangkan, maka anda akan segera dipulangkan tanpa menunggu lama-lama. Tetapi sebelum itu anda akan diminta menyelesaikan semua biaya administrasi yang belum dibayar. Orangtua anda juga akan diminta datang untuk mengambil anda. Dan semua urusan imigrasi harus sudah selesai sebagaimana yang telah diatur oleh negara Republik Indonesia.

Diharapkan anda dapat menyelesaikan study di Gontor dengan husnul khatimah dan jangan sampai melanggar disiplin Pondok yang terkenal tegas apalagi sampai dipulangkan. Na'udzubillah min dzalik.

DITURUNKAN KELAS ATAU DIPINDAHKAN KELAS

Jika seseorang santri melakukan pelanggaran yang dianggap berat terutama di segi akhlak, maka akan diberikan denda yang setimpal. Denda/hukuman yang cukup berat seperti diturunkan kelas yang lebih rendah atau dipindahkan ke kelas lain, bahkan dipindahkan ke Pondok Gontor yang lain adalah merupakan perkara yang biasa terjadi di Pondok. Semua itu seharusnya ditaati dan diikuti dengan ikhlas tanpa ada perlawanan. Untuk menghindari dari hukuman-hukuman baik berat atau ringan, sebaiknya sejak masuk Pondok setiap santri berniat untuk tidak melanggar disiplin / peraturan yang telah ditetapkan oleh Pondok.
Ingatkah ? Setiap santri ketika akan masuk Gontor, telah diminta menandatangani surat pernyataan bahwa dia akan mengikuti dan mentaati segala keputusan yang telah diberikan oleh Pimpinan Pondok dan para pembantuya. Begitu juga ibubapa harus bersedia menandatangani surat pernyataan serupa sebelum meletakkan anaknya di Pondok.
Oleh itu jika terjadi keputusan penurunan kelas atau pemindahan kelas, tidak seharusnya dipertikaikan. Semua itu adalah sebuah proses pendidikan, apakah santri mahu taat dan ikhlas mengikuti disiplin Pondok dan arahan Pimpinan atau tidak.

BERJASA TERHADAP PONDOK

Tidak ada jaminan dihargai bagi sesiapa yang telah berjasa di Pondok. Pondok adalah tempat latihan amal shalih, tempat latihan keikhlasan, tempat latihan perjuangan. Jika anda merasa berjasa di Pondok dan merasa tidak dihargai kemudian anda kecewa, maka keikhlasan anda perlu dipertanyakan. Jika anda benar-benar seorang yang ikhlas lillahi ta'ala maka anda akan tetap berjasa terhadap Pondok walaupun tidak dihargai oleh manusia. Allah tetap melihat apa yang telah anda perbuat terhadap Pondok. Pondok adalah tempat ibadah, tempat pendidikan kader-kader pemimpin ummat.
Anda tidak perlu kecewa setelah berjasa terhadap Pondok, karena balasan Allah akan tetap ada dan lebih besar dari yang dibayangkan oleh manusia.
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mukhlishin dan bersyukur. amin

SANTRI YANG SOMBONG

Gontor bukan tempat yang sesuai untuk Santri atau Calon Santri yang sombong. Jika ingin menjadi santri yang berjaya dan husnul khatimah di Gontor, maka ia harus melepaskan baju kesombongannya. Seperti merasa lebih pintar, lebih kota, lebih maju, lebih modern, lebih kaya, lebih dewasa, lebih tua, lebih pangkat, lebih segalanya. Jiwa merasa lebih inilah yang mengakibatkan rasa sombong sehingga sukar diatur, suka melanggar disiplin. Jika melanggar disiplin, ia tidak mahu menerima hukuman/sangsi. Mahunya diistimewakan : Melanggar tapi tidak dihukum, atau minta dihukum yang ringan-ringan. Ini merusak Pondok, merusak kawan-kawan yang lain, merusak disiplin. Ini penyakit, penyakit menular. Penyakit yang harus dibuang.
Gontor tidak melihat anak siapa dan dari mana. Semua diajar dan diberi ilmu dan pendidikan.
Oleh itu anak yang datang terutama dari Kota Besar apalagi dari luar negeri, tolong buang kesombonganmu. Jangan merasa anda lebih dari yang lain. Anda sedang dididik dan diajar. Baik orang yang mendidik dan yang mengajar itu orang yang lebih muda, lebih kampung, lebih miskin, lebih kecil atau lebih rendah daripada anda. Maka anda harus taat ikhlas tanpa melawan. Itu yang namanya mencari ilmu, mengemis ilmu, mencari pendidikan dan mencari akhlak yang mulia. Kesombongan adalah sifatnya syaitan.
Jangan mentang-mentang anda datang dari alam yang lebih maju, anda merasa tidak mahu ikut disiplin. Anda seenaknya melanggar disiplin. Jangan minta diistimewakan. Persiapkanlah mental anda sebelum masuk Pondok. Bersediakah anda membuang perasaan sombong tersebut ? Ikhlaskah anda mengikuti segala disiplin Pondok yang sudah ditegakkan sejak puluhan tahun yang lalu. Jika anda masih keberatan mengikuti disiplin Pondok, maka Pondok bukanlah tempat yang sesuai untuk anda. Tidak perlu coba-coba dan jangan menjadi sumber penyakit yang akan merusak santri yang lain.

IBUBAPA PERLU BEKERJASAMA DENGAN PONDOK

Di sini diperlukan pemahaman yang sama antara ibubapa dan Pondok dalam mendidik anak. Pondok ingin mendidik anak-anak kita agar menjadi anak-anak yang shalih, anak-anak yang berilmu, anak-anak yang kreatif, anak-anak yang berjiwa pahlawan, anak-anak yang berdikari, anak-anak yang berakhlak mulia, anak-anak yang bisa hidup sederhana, anak-anak yang bisa hidup di mana saja.
Ibubapa perlu faham betul akan arah ke mana tujuan pendidikan pondok.
Ibubapa tidak sepatutnya hanya senantiasa mendengarkan laporan-laporan negatif mengenai pondok dari anaknya. Perlu dicek kebenaran laporan anaknya. Apakah sebelum ini anaknya pernah berbohong atau tidak. Siapa tahu kali ini tidak benar apa yang dilaporkan oleh anaknya.
Seandainya benar pun apa yang dilaporkan anaknya, demi pendidikan anaknya, ibubapa harus satu jalan dengan Pondok. Sehingga anak tidak bercelaru dalam menentukan masa depannya.
Pondok dalam menegakkan disiplin akan senantiasa membela para pengurusnya. Oleh itu anak santri harus mengikuti apa yang telah ditentukan oleh para pengurus Pondok (Kyai, para guru, dan para pemegang amanah keorganisasian). Ibubapa juga harus membantu menegakkan berdirinya disiplin Pondok. Bukan malah membela anaknya yang melakukan pelanggaran disiplin. Hukuman / sangsi yang dikenakan beragam. Ada yang berat, sedang setengah ringan dan ringan.
Yang paling berat adalah dipulangkan. Yang sedang adalah diskors / dicutikan setahun, atau diturunkan / dipindahkan kelas yang lebih rendah. Dan yang setengah ringan seperti botak rambut dan diberi hukuman di hadapan para santri yang lain. Dan yang ringan seperti membuat karangan, menyapu, berlari, dan sejenisnya.
Dalam hal ini ibubapa tidak perlu membela anaknya yang terkena hukuman yang disebabkan oleh pelanggaran yang telah dilakukan oleh anaknya.
Terkadang juga anaknya tidak melakukan kesalahan, tetapi kawan anaknya yang melakukan. Akibatnya anaknya pun terkena dampak perbuatan kawan anaknya. Di sini sering terjadi hukuman secara merata demi terlaksananya disiplin secara menyeluruh. Ibubapa sebaiknya tidak perlu ikut campur. Jika tidak setuju, dari awal sebaiknya tidak perlu meletakkan anaknya untuk dididik oleh Pondok. Ingatkah ibubapa menandatangani sebuah perjanjian ketika anak ibubapa masuk Pondok ? Bahwa ibubapa tidak boleh ikut campur dalam urusan pendidikan Pondok ?.
Di sini diuji kepercayaan ibubapa terhadap Pondok.

28 March 2009

SEDIKIT HIMBAUAN UNTUK IBUBAPA

Untuk para ibubapa yang masih baru memondokkan putera/puterinya di Gontor dihimbau agar tidak terlalu merisaukan keadaannya. Yakinlah bahwa anak anda selamat dan terjaga sehingga tidak perlu menelpon pembimbingnya /ustadznya setiap hari dan setiap masa. Jika ibubapa berbuat demikian sama artinya dengan ibubapa kurang percaya terhadap Pondok atau kurang ikhlas meletakkan anak di Pondok. Di samping itu keadaan orangtua yang selalu risau akan membuat anak tidak tenang belajar di Pondok. Tidak heran anak yang demikian biasanya tidak dapat menyelesaikan pembelajarannya di Pondok. Ibubapa perlu tawakkal, pasrah dan yakin terhadap Pondok. Semoga anak bapaibu dapat selesai husnul khatimah di Pondok. Amin.

24 January 2009

KEPADA SIAPA KITA BELAJAR ISLAM

Kepada siapakah kita akan berguru mengenai Islam ??
Kalau kita berguru tentang Islam kepada orang yang tidak suka terhadap Islam, tentunya akan mendapatkan ilmu kebencian terhadap Islam. Maka jika ingin mempelajari Islam, sebaiknya belajar kepada orang yang mempunyai kriteria-kriteria antara lain sebagai berikut:
1. Alim Ulama Islam yang mencintai al Quran dan Sunnah Rasulullah s.a.w.
2. Orang-orang yang mengamalkan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
3. Orang yang mengasihi saudaranya karena Allah. Asyiddaa' 'ala-l-kuffaar, ruhamaa' bainahum. Bukan sebaliknya yakni kejam terhadap saudara dan membela musuh Islam.
4. Orang yang meyakini bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Utusan Allah, dengan keyakinan yang tidak berbelahbagi.
5. Orang yang menyebarkan agama bukan karena upah. Ittabi'uuu man laa yas-alukum ajran wa hum muhtaduun (Ikutilah orang-orang yang tidak minta upah dari kamu dan mereka termasuk orang-orang yang mendapat hidayah). Ballighuu 'annii walau aayah (sampaikanlah daripadaku walaupun sepotong ayat).

PLURALISME

Heboh masalah PLURALISME. Yakni pemahaman yang menyatakan bahwa semua agama sama. Agaknya pemahaman ini tidak sama dengan apa yang difahami di Gontor selama ini. Dalil-dalil yang kuat telah termaktub di dalam al Quran atau hadist Rasulullah s.a.w. Seperti:
"Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (Ali 'Imran 3: ayat 85)
"Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, tiada seorangpun dari ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku bawa dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka (H.R. Muslim)
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "sesungguhnya Allah ialah al Masih, putera Maryam" (al Maidah 5: 72)
"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk" (Al Bayyinah 98: 6)

13 January 2009

APA YANG DICARI DI GONTOR

Perlu diinsyafi oleh setiap pelajar, bahkan tiap-tiap siswa, sewaktu-waktu harus bertanya kepada diri sendiri: Datang ke sini mencari apa ? dan untuk apa ? apakah datang ke sini untuk mencari enaknya saja ? apakah hanya untuk mencari teman ? ataukah hanya untuk mencari kelas ? nama ?

Kalau datang ke sini hanya akan mencari teman, cari keramaian, di sini bukan tempatnya. Di pasar dan bioskop (panggung wayang) teman lebih banyak dan lebih ramai.
Kalau datang ke sini cari kelas, di sini juga tidak kena. Karena kalau kita berada di kota, masuk sekolah swasta, akan mudah dan bebas memilih kelas dengan semaunya.

Jadi datang ke sini cari apa ?

Kalau siswa menjawab: “saya datang ke sini, semata-mata untuk mencari ilmu dan pendidikan”, inilah jawaban yang tepat.

Makan tidak enak, tidur tidak enak, tidak menjadi soal (masalah), kalau benar-benar yang dicari ilmu, kecakapan dan pendidikan.

Duduk di kelas I, sejajar dengan anak-anak kecil tidak menjadi soal (masalah). Kamu datang ke sini bukan mencari kelas, tetapi mencari ilmu. Bukankah yang diwajibkan Nabi kepada kita adalah TALABU-L-ILMI bukan TALABU-L-FASLI ? Mencari ilmu bukan mencari kelas.

Juga tidak tepat apabila yang dicari itu hanya ilmu umum saja, atau hanya ilmu agama saja, atau hanya bahasa Arab saja atau hanya bahasa Inggris saja.
Di sini harus mengikuti rencana di sini.

Maka dari itu, perlu diinsyafi agar jangan salah address atau salah wesel, agar tidak menyesal kemudian. Masih selalu harus diingat pertanyaan : “APA YANG DICARI ?” – ini kadang-kadang pernah terjadi:
- Hanya terpesona sesuatu yang bukan tujuan…….lupa……..lari….. pindah……
- Hanya karena bermain olahraga, kecewa…….. tidak kerasan (tak betah).
- Hanya kalah pengaruh dengan kawan dalam kepandaian………
- Hanya dapat tepuk tangan di luar Pondok dalam berpidato….mabuk, lupa ……pulang, tergesa-gesa menjadi tua.
- Hanya karena dipuja-puja temannya………..lupa tujuan.
- Hanya terjebak bujukan kawan/setan/dajjal………lari….pindah………
- Hanya kebetulan kawan akrab ada yang pulang……. Ikut-ikutan pulang pula. Katanya …..setia kawan.
- Hanya ketika pulang sementara dalam liburan (cuti) …terpesona sesuatu, atau terpengaruh (mendapat penyakit)…….. akhirnya lupa tujuan…..patah belajarnya.

Ini semua harus selalu diingat, agar tidak mudah tergoda/terkena penyakit.
Ingatlah selalu, apa sebenarnya yang kita cari.
- Berjalan sampai ke batas …….. (tutug / tamat / selesai)
- Berlayar sampai ke pulau……..


(diambil dari buku Pekan Perkenalan PMDG halaman 35-36)

KEBEBASAN

Kehidupan di Pondok Pesantren dijiwai oleh suasana-suasana yang yang dapat kita simpulkan alam PANCA JIWA sebagai berikut:

1. JIWA KEIKHLASAN
2. JIWA KESEDERHANAAN
3. JIWA KESANGGUPAN MENOLONG DIRI SENDIRI ATAU BERDIKARI
4. JIWA UKHUWWAN DINIYAH
5. JIWA BEBAS

JIWA BEBAS

Bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depannya, dalam memilih jalan hidup di dalam masyarakat kelak bagi para santri, dengan berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi kehidupan. Kebebasan itu bahkan sampai kepada bebas dari pengaruh asing/colonial.
Hanya saja dalam kebebasan ini seringkali kita temui unsur-unsur negatif, yaitu apabila kebebasan itu disalahgunakan, sehingga terlalu bebas (liberal), sehingga kehilangan arah dan tujuan atau prinsip. Sebaliknya ada pula yang terlalu bebas (untuk tidak dipengaruhi), berpegang teguh kepada tradisi yang dianggap paling baik sendiri yang telah pernah menguntungkan ada zamannya, sehingga tidak hendak menoleh ke arah keadaan sekitarnya dengan perubahan zamannya, dan tidak memperhitungkan masa depannya. Akhirnya tidak bebas lagi, karena mengikatkan diri kepada yang diketahui itu saja.
Maka kebebasan ini harus dikembalikan kepada aslinya, yaitu di dalam garis-garis DISIPLIN YANG POSITIF, dengan penuh tanggung jawab, baik di dalam kehidupan Pondok Pesantren itu sendiri, maupun dalam kehidupan masyarakat.
Jiwa yang menguasai suasana kehidupan Pondok Pesantren itulah yang dibawa oleh santri sebagai bekal pokok dalam kehidupannya di dalam masyarakat. Dan jiwa pondok pesantren inilah yang harus senantiasa dihidup-hidupkan, dipelihara dan dikembangkan sebaik-baiknya.
(diambil dari buku diktat khutbatul iftitah dalam pekan perkenalan di KMI Pondok Modern Gontor, halaman 15-16)

04 January 2009

PRINSIP YANG KUAT OLEH PENDIRI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR

"Pak Zar juga terkenal amat kuat memegang prinsip. Dia tidak akan pernah mundur kalau sudah bertekad. Di dalam mendirikan Pondok Modern Gontor misalnya, di antara sumpahnya adalah " Walaupun murid saya tinggal seorang akan tetap saya ajar sampai lulus. Kalau seorang murid saja tidak ada, maka saya akan mengajar orang dengan pena". Demikian ungkapan Bapak K.H Shoiman Lukmanul Hakim mengenang gurunya yang amat dihormatinya.

20 December 2008

ILMU DAN AKHLAK

Di Gontor akhlak lebih dipentingkan daripada ilmu. Oleh itu nilai pelajaran yang baik tidak menjamin seseorang pelajar Gontor naik ke kelas yang lebih tinggi. Karena akhlak lebih dominan menentukan seseorang pelajar naik kelas.

Gontor berprinsip bahwa seseorang yang berakhlak baik akan lebih diperlukan oleh masyarakat daripada seseorang yang berakhlak rendah meskipun pandai.
Walau bagaimanapun adalah temasuk cita-cita Gontor agar para santrinya pengetahuan luas.

17 December 2008

ALLAH YANG MAHA ADIL

Sebagai orang yang beriman kita harus percaya bahwa Allah itu Maha Adil. Maksudnya apa yang kita terima saat ini adalah memang itu layak untuk kita dan dengan seizin Allah. Kita harus ridha dan bersyukur atas apa saja yang ditaqdirkan oleh Allah. Perkataan syukur ini memang kuncinya. Jika kita mensyukuri apa yang ada, maka Allah akan menambah ni'mat-Nya. Dan hidup ini terasa ni'mat, hati pun lapang dan fikiran tenteram.
Masa depan semakin cemerlang dan cerah. Tetapi apabila kita tidak menerima taqdir dan tidak mensyukuri apa yang ada, maka hidup ini menjadi serba susah dan masa depan semakin kabur dan muram.
Bagi sesiapa saja baik yang ada di dalam Pondok ataupun di luar Pondok, sama saja. Jika tidak mensyukuri nik'mat yang ada dan mensyukuri apa yang ditaqdirkan oleh Allah maka semua serba tak kena. Dan hidup ini menjadi begitu susah. Itulah barangkali yang dimaksud dengan firman Allah: "inna 'adzaabii lasyadiid" (sesungguhnya 'adzab-Ku amat pedih).

14 November 2008

KATAGORI ALUMNI GONTOR YANG SUKSES

Seseorang biasanya berada di salah satu dari empat katagori di bawah ini:

1. Seseorang memberi sesuatu dan mengharapkan sesuatu.

2. Sesorang tidak memberi sesuatu dan tidak mengharapkan sesuatu.

3. Sesorang tidak memberi sesuatu tetapi mengharapkan sesuatu.

4. Seseorang memberi sesuatu dan tidak mengharapkan apa-apa.



Kesuksesan seseorang tergantung dari katagori mana dia berada. Maka jika ada mana-mana alumni Gontor yang berhasil sukses saya melihat dari 4 katagori di atas. Begitu juga dengan alumni yang belum berhasil, maka sayapun melihat dari kacamata yang sama.



Katagori pertama: Ini sering kita lakukan dan banyak dilakukan oleh orang. Jika kita memberi sesuatu, tentunya apa salahnya mengharapkan sesuatu (baca: balasan). Jika kita berbuat baik kepada seseorang tentu biasanya kita ada sedikit mengharap orang itu berbuat baik kepada kita. Tetapi apa yang sering terjadi tidak demikian. Bahkan kita sering dikhianati oleh orang yang pernah kita baiki.

Katagori kedua: Orang jenis ini memang termasuk pendiam, tidak banyak inisiatif dan berat tulang, sukar membantu orang lain dan tidak perduli dengan lingkungan. Tetapi bagusnya: dia tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain. Menurutnya: Perkara yang paling penting adalah dia merasa tidak mengganggu orang lain, tidak menyusahkan orang lain, tidak menyakiti orang lain.

Katagori ketiga: Jenis ini paling parah. Sudahlah tidak memberi sesuatu tetapi mengharapkan sesuatu. Tidak pernah berbuat baik kepada orang lain tetapi mengharapkan orang lain berbuat baik kepadanya. Ini sesuatu yang agak mustahil. Tapi tidak sedikit manusia dari jenis ini. Coba perhatikan berapa banyak orang menginginkan negara Indonesia berbuat baik kepadanya, tetapi coba tanyakan jasa apa yang sudah mereka keluarkan untuk tanah airnya. Ini bagaikan seseorang mengharapkan buah mangga dari tanaman yang tidak pernah disirami atau tidak pernah menanamnya.

Katagori keempat: Jenis inilah yang paling langka (jarang) karena hampir semua orang sukses berasal dari katagori ini. Makanya tidak banyak orang sukses di dunia ini dan lebih banyak yang gagal. Memberi sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu. Orang jenis ini senantiasa ingin berbuat baik walaupun tidak ada balasan apa-apa. Bahkan ketika ia berbuat baik kepada orang lain dan ternyata mendapatkan balasan yang tidak baik, dikhianati, dia akan tetap berbuat baik kepada siapa saja. Karena ia berkeyakinan bahwa perbuatan baik merupakan sumber kesuksesan. Perbuatan baik bagaikan SINAR yang mengelilingi orang sekeliling. Dibalas kebaikan atau tidak dibalas, itu bukanlah tujuan utama. Yang menjadi tujuan utama baginya, ia akan tetap berbuat baik tanpa mengharapkan apa-apa melainkan ridha Allah. Inilah yang mungkin dimaksudkan dengan KEIKHLASAN SEJATI. Dan inilah yang mungkin dimaksudkan oleh ayahanda KH Imam Zarkasyi : BERJASALAH DAN JANGAN MINTA JASA.



Di manakah anda berada saat ini ?. Semoga anda berada di Katagori Keempat. Jika anda saat ini merasa belum sukses maka berusahalah untuk menjadi manusia di katagori keempat ini. Tidak ada jalan lain, dan inilah yang dimaksudkan di banyak ayat-ayat Al Quran dan sabda Rasulullah s.a.w.

Alumni Gontor yang sukses adalah alumni yang tergolong di katagori keempat.



Berikanlah Kunci Kejayaan ini kepada mereka yang belum berjaya.

11 November 2008

ORGANISASI ALUMNI HANYA SATU YANG DIAKUI OLEH PONDOK GONTOR YAITU IKPM

Hanya satu Organisasi para alumni Gontor yang diakui oleh Pondok Modern Darussalam Gontor yaitu IKPM singkatan dari Ikatan Keluarga Pondok Modern. Jika terdapat organisasi alumni Gontor selain IKPM adalah merupakan organisasi yang bukan menginduk kepada Gontor.
Keputusan ini telah disepakati oleh Para Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Para Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, dan Pimpinan Pusat IKPM di Gontor.
Semoga keputusan ini ditaati oleh seluruh alumni yang berada di mana saja.

RENUNGAN UNTUK YANG BELUM MEMAHAMI GONTOR

Berikut ini adalah sebuah tulisan yang diposting oleh saudara kita seorang alumni bernama Ust. Agus Budiman. Saya paparkan di sini setelah mendapat izin beliau agar dapat direnungkan oleh para pembaca. Sebagai berikut:

PONDOK (GONTOR) ITU
Pondok itu, seperti tanaman. Dilempari kotoran, makin subur.
Pondok itu, sulit dipahami apalagi dipahamkan. Pondok tidak ditemukan dalam literatur, yang ada hanya definisinya, macamnya dll, tapi pondok ini harus ini, pondok itu harus itu tidak ada maraji'nya. Sebab pondok itu ada karena diadakan (oleh santri tapi bukan diada-adakan lho), masing-masing punya sejarah dan cita rasanya sendiri-sendiri. Aturan dibuat kyai dan disepakati santri. Lagi mendirikan pondok tidak dosa dan tidak perlu ijin siapapun.
Pondok itu, menanamkan ukhuwah islamiyah bukan adawah.
Pondok itu, perlu dibantu, dibela, dan diperjuangkan.
Pondok itu, menanamkan keikhlasan aktif bukan keikhlasan pasif.
Pondok itu, menanamkan kesederhanaan (berhidup, bersikap, berkata-kata dll) lantas kesederhanaan itu menumbuhkan sifat mulia.
Pondok itu, santri-santrinya ada yang menjadikanya "pondok", ada juga yang hanya menganggapnya sekedar "pemondokan" . So, outputnya? jelas beda-beda
Pondok itu, perlu dikomunikasikan, dan dalam komunikasi akan ada ta'aruf, tafahum, dan akhirnya ta'awun.

03 November 2008

GONTOR BUKAN SEPERTI PABRIK SABUN

Assalamu'alaikum wrwb



Kadang-kadang saya khawatir terhadap orang yang terlalu tinggi harapannya terhadap Gontor. Sehingga seakan-akan Gontor ini dijadikan sebuah tempat yang bisa melakukan segalanya. Bisa memperbaiki manusia yang sudah rusak akhlaknya. Bisa membuat orang pandai, kreatif, berani, baik, mahir dalam segala bidang dan jurusan, dan kalau bisa menjadi manusia yang serba bisa. Waduh.....waduh, hebat sekali Gontor kalau memang bisa begitu. Kita doakan saja.

Tapi sepertinya kok tidak mungkin. Saya yakin Allah hanya memberi kemampuan yang terbatas kepada setiap makhluk-Nya. Oleh itu perlu ada pengkhususan-pengkhususan. Ada spesialisasi-spesialisasinya. Mustahil seseorang dapat melakukan segala macam bidang.

Saya teringat seorang hamba Allah (saya lupa namanya): Memelihara (baca: mendidik) seorang manusia lebih sukar daripada memelihara 1000 ekor lembu. Bayangkan: Gontor bukan mendidik satu orang manusia melainkan lebih 17 ribu orang manusia.

Kita yang di luar pondok biasanya mudah saja mengkritik, memberi saran, menasihati, memberi pendapat, memberi komentar bak seperti penonton bola yang tidak tahu atau tidak pernah merasakan main bola di lapangan. Bukan tidak boleh, itu Boleh-boleh saja membuat sembarang komentar, tapi yang lebih baik adalah memberi contoh sendiri dengan perbuatan bukan hanya bercakap saja. Nanti dikatakan orang "tong kosong nyaring bunyinya".



Bagi saya pribadi, Gontor adalah tempat pengabdian, tempat pendidikan, tempat ibadah dan tempat pengajaran yang baik walaupun masih terdapat kekurangan di sana sini. Walau bagaimanapun pendidikan keluarga dan lingkungan sebelum masuk Gontor amat banyak mempengaruhi seseorang sehingga ia menjadi alumni Gontor.

Gontor bukan seperti pabrik roti atau kilang sabun yang menjamin 100% alumni-alumninya berkarakter sama. Gontor bukan tempat pemulihan bagi orang-orang yang kurang baik akhlaknya. Gontor bukan tempat pembuangan bagi orang-orang nakal. Gontor adalah tempat pendidikan. Sedangkan "Hidayah" tetap di tangan Allah Yang Maha Pemberi Hidayah.

Oleh itu tidak lah heran kalau di luar Gontor terdapat para alumni yang bermacam-macam karakter. Mereka dididik di Gontor hanya beberapa tahun saja dan jangan lupa sebelum itu lebih lama mereka dididik oleh orangtua dan masyarakatnya sebelum masuk Gontor. Setidaknya orangtua dan masyarakat telah mendidik mereka paling sedikit selama 12 tahun (sehingga tamat SD). Jadi tidak mustahil pendidikan sebelum masuk Gontor akan lebih dominan pada diri seseorang.

Janganlah terlalu mengharap banyak dari mereka jika memang sebelum masuk Gontor, ternyata mereka adalah orang-oang yang tersalah didik oleh orangtua/masyarakatnya. Namun kita harus tetap selalu berusaha dan berdoa semoga mereka, kita dan anak-anak kita serta seluruh alumni senantiasa diberi hidayah oleh Allah SWT. amin ya Robbal alamin. Allah Maha Pemberi hidayah. Allah Maha Pengampun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah bimbinglah kami semua dan bukalah hati kami, berilah kami hidayah ke jalan yang Engkau ridhai. amin ya Robbal alamin.

21 October 2008

PEMULANGAN ATAU PENURUNAN KELAS PELAJAR

Peristiwa PEMNULANGAN ATAU PENURUNAN KELAS ATAU TINDAKAN SANGSI adalah juga ujian bagi siapa saja apakah melihat Gontor dengan 'ain el sukhti atau 'ainu el ridha. Bagi anda yang melihat dengan kacamata 'ain el sukhti, maka kesempatan ini akan anda besar-besarkan dan merupakan kesempatan baik untuk menghantam Pondok dan kepimpinannya dan anda akan menunggu lagi kesempatan lain yang serupa. Bahkan mungkin anda juga agak gembira kalau Pondok hancur atau dipimpin oleh orang yang sealiran dengan anda.
Bagi anda yang melihat dengan kacamata 'ain el ridha maka anda dengan segala usaha akan mempertahankan kredibilitas dan wibawa Pondok. Anda akan cuba melindungi Pondok daripada diperlecehkan dan dihina.
Kita lihat sahaja siapa-siapa yang menulis dan memberi komentar tentang peristiwa ini, akan kelihatan dengan kacamata apa mereka memandang Gontor. Dan nanti akan ada peristiwa-peristiwa lain yang serupa yang sedang mereka tunggu-tunggu dan nanti-nantikan. Mereka senantiasa akan menggunakan kesempatan untuk menghantam Pondok dengan segala macam alasan. Atau melindungi Pondok. Kononnya atas nama kebaikan.
Bagi saya itu wajar-wajar saja, karena memang tidak semua orang suka dengan kesuksesan Pondok. Bahkan tidak sedikit yang dalam hati mengatakan Pondok sudah mati dan mundur setelah wafatnya para pendiri Pondok (Trimurti) walaupun kelihatannya membesar. Al fadhlu lil mubtadi wa in ahsanal mubtadi. Itu tidak dapat dimungkiri. Tetapi perlu diingat bahawa Pondok akan terus berkembang dengan segala kekurangan yang ada. Pondok tidak boleh mati. Pondok harus tetap berjasa untuk masyarakat walaupun tidak mungkin sempurna 100%. Pondok perlu dipertahankan, perlu dibina dan diperjuangkan. Siapapun pimpinannya. Pimpinan dipilih Anggota Badan Wakaf dan diberi hak penuh untuk menjalankan tugasnya. Hanya Allah Yang Maha Sempurna.
Para santri dan walimurid juga harus mengingat kembali peristiwa Pondok yang pernah memulangkan seluruh santrinya. Para santri walaupun berstatus Pengurus bukanlah orang yang diistimewakan dan dikecualikan dari melanggar peraturan. Mereka tetap berstatus murid yang kapan saja bisa datang dan pergi. Para santri harus taat pada para Kyai yang seumur hidupnya mengabdikan diri di Pondok tanpa gaji. Murid tidak pernah memberi gaji kepada para Kyai dan para asatidz di Pondok. Murid hanya penumpang sementara di Pondok, mencari ilmu, meminta ilmu dari para Kyai. Jangan disamakan dengan sekolah lain yang guru-gurunya digaji oleh muridnya. Para Kyai berkuasa penuh untuk mendidik dan menasihati serta menindak murid jika melakukan pelanggaran.
Jika anda atau walimurid tidak siap dengan disiplin Pondok yang sedemikian ini, sebaiknya anda jangan masuk Gontor.
Tidak sedikit santri diturunkan kelas walaupun mumtaz gara-gara dianggap melanggar, ada juga yang dipindahkan ke Pondok Cabang, ada juga yang harus mengulang kelas 6 lagi walaupun sudah selesai menjalani setahun kelas 6. Ada juga yang pandai, selesai kelas 6 dan mumtaz, tapi ketika dia meminta syahadah (ijasah), ijasah tersebut dirobek-robek di depan matanya. Semua ini pernah berlaku di zaman Trimurti.
Di Pondok, santri tidak hanya diperlukan otak yang cerdas saja tetapi juga akhlak yang baik. Taat kepada pimpinan sepenuhnya. Percaya kepada Pondok. Semua itu untuk kebaikan dan pendidikan santri. Jika sudah kehilangan kepercayaan terhadap Pondok, maka sebaiknya tidak mengganggu disiplin pondok, dan keluarlah secepatnya dari pondok dengan meninggalkan nama baik. Jika anda masih ada perasaan takabbur, merasa besar, karena sebagai Pengurus, atau karena datang dari luar negeri, atau karena keturunan bangsawan atau berpangkat, atau datang dari ibukota atau kota besar, maka sebaiknya tidak berada di Gontor karena Anda mungkin akan sakit hati dan kecewa.
Begitu juga para alumni yang sudah merasa besar di masyarakat, maka Anda mungkin akan hanya sakit hati saja dengan ulah Gontor karena tidak ikut telunjuk Anda.
Maaf saya ingatkan, karena terlalu banyak para alumni yang sudah menjadi orang besar atau orang yang merasa besar yang lupa diri. Bersyukurlah dengan nikmat yang Anda terima. Janganlah menyombong diri walaupun anda sudah dibesar-besarkan oleh masyarakat anda.
Saya tidak heran kalau antum menjadi orang besar di sekeliling anda karena antum pernah diajar cara berpidato (muhadhoroh), diajar cara mengajar, diajar cara mengurus manusia, diajar cara bergaul, diajar berani, diajar bahasa Inggris, diajar bahasa Arab, diajar mahfudhat, diajar berorganisasi, diajar berekonomi (rihlah iqtishadiyah), diajar hidup sederhana, diajar ukhuwwah Islamiyah, diajar bekerja tanpa gaji, diajar kerja overtime tanpa gaji. Dimarahi, dinasihati, dipermalukan, disanjung, dihormati anak buah (para anggota). Ingatlah itu semua adalah pendidikan.
Yang heran kalau antum tidak memanfaatkan itu semua dan membuangnya jauh-jauh dan antum merasa rugi di Gontor. Subhanallah.
Syukur adalah kunci keberhasilan.

05 October 2008

UNTUK APA DATANG KE GONTOR

Ingatlah niat anda sejak anda menginjakkan kaki di bumi Gontor. Apakah anda ingin mencari / meminta ilmu atau ingin memberi ilmu ?
Jika anda meminta ilmu maka anda harus bersikap sebagai seorang peminta dan Gontor merupakan pihak pemberi. Maka sepatutnyalah seorang peminta mengikuti peraturan pihak pemberi. Jika anda masih belum memahami konsep ini maka anda sebaiknya tidak datang ke Gontor. Dan kemungkinan anda tidak akan bertahan lama di Gontor atau anda kemungkin terpaksa dipulangkan dengan tidak hormat (diusir/dihalau).
Oleh itu sebagai adab sopan santun seorang peminta mesti tahu diri dan menjaga perasaan dan peraturan pihak pemberi. Dan adab ini harus juga difahami oleh orangtua murid.
Apa yang anda bayarkan kepada Gontor adalah untuk diri anda bukan untuk bayaran kepada para pengajar yang ada di Gontor. Bayaran dapur adalah untuk makan minum anda sendiri bukan untuk guru-guru. Bayaran sekolah adalah untuk peralatan dan kemudahan pelajaran selama anda berada di dalam kelas bukan untuk bayaran kepada guru-guru. Guru-guru di Gontor tidak digaji seperti di tempat-tempat lain. Buku-buku pelajaran adalah untuk anda dapat memahami pelajaran. Jadi sebenarnya di Gontor anda hanya lah menerima dan meminta pelajaran dan pendidikan dengan tidak membayar apa-apa kepada Gontor. Maka kesombongan terhadap Gontor tidaklah patut ada di dalam diri setiap pelajar dan santri yang belajar di Gontor. Termasuklah para santri yang sudah menjadi alumni.
Oleh itu ikutilah segala peraturan dan disiplin yang ada di Gontor jika anda ingin belajar dengan baik sehingga tamat husnul khatimah.

21 September 2008

BEBERAPA PENYEBAB KEGAGALAN / TIDAK TAMAT DI GONTOR

Beberapa pengamatan yang saya perhatikan penyebab kegagalan belajar di Pondok Gontor atau terkandas di tengah jalan sebelum tammat kelas 6 KMI Gontor, antara lain:
1. Kurang percaya kepada Pondok. Perasaan ragu belajar di Gontor. Masih sering membanding-bandingkan enaknya belajar di luar dan belajar di Gontor. Masih merasakan perkara-perkara negatif lebih banyak daripada perkara-perkara positif selama belajar di Gontor.
2. Belum memahami matlamat dan tujuan pendidikan di Gontor. Gontor bertujuan mendidik murid-muridnya agar menjadi Ulama yang intelek bukan Intelek yang tahu agama. Sangat berbeda. Gontor tidak ingin menjadikan murid-muridnya seorang pegawai tetapi seorang yang mempunyai pegawai.
3. Terlalu banyak komplain. Senantiasa mencari kekurangan-kekurangan yang ada di Gontor dan dalam waktu yang sama menafikan kelebihan-kelebihan yang ada. Sama dengan orang yang sentiasa melihat kuman di seberang laut sementara tidak melihat gajah di pelupuk mata. Atau dengan bahasa lain tidak pandai mensyukuri nikmat yang ada. Perlu dimaklumi tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Tidak ada yang namanya enak 100 %, tiada gading yang tak retak. Gontor masih banyak kekurangan, namun itulah yang terbaik yang sementara ini dapat dilakukan. Di tempat lain pun ada kelebihan dan ada kekurangan. Tidak ada yang sempurna. Maka yang perlu dipersiapkan selama belajar di Gontor adalah perasaan ridha dan bersyukur dengan yang ada. Insya Allah anda akan gembira selama belajar di sana. Ikuti seluruh peraturan dan undang-undang di sana dengan perasaan ikhlas dan ridha.
4. Ibubapa yang kurang mendukung pondok dan terlalu percaya terhadap anak. Tidak mustahil, seorang anak kadang-kadang berbohong kepada orangtuanya agar mendapat belas kasihan dari mereka. Sebaiknya orangtua (ibubapa) mengecek kebenaran laporan anak apakah kebenaran atau kebohongan. Sebaiknya ibubapanya lebih memihak kepada Pondok lebih daripada memihak kepada anak. Ini jika ibubapanya percaya kepada Pondok. Namun apabila ibubapanya atau salah seorang dari mereka ragu terhadap Pondok, maka pertanda anaknya sukar menyelesaikan pelajarannya di pondok sehingga tammat kelas 6. Kelas 6 adalah kelas inti selama belajar di Pondok. Selama pelajar belum dapat menyelesaikan pelajaran di kelas 6 maka pelajar tersebut masih belum mendapat buah yang sebenar belajar di Pondok.
5. Hanya ingin belajar bahasa Arab sahaja. Jadi bagi pelajar yang hanya puas dengan bahasa Arab di Gontor, maka ia tidak ada keinginan yang kuat untuk menyelesaikan pelajaran sampai kelas 6 Gontor. Karena satu atau dua tahun di Gontor para pelajar sudah dapat berkomunikasi dengan bahasa Arab secara dasar.
6. Merasa sombong karena sebab-sebab tertentu. Entah karena keturunan bangsawan, keturunan orang berpangkat, keturunan suku terhormat, keturunan warganegara luar, keturunan orang berpendidikan, keturunan orang berharta atau karena umur yang lebih dan lain-lain. Perasaan sombong inilah yang akan menyebabkan seseorang gagal belajar di Gontor. Menyebabkan seseorang sukar dididik dan diatur. Oleh itu jika anda ingin berjaya belajar di Gontor, perasaan angkuh dan sombong ini harus dibinasakan. Bermulalah dari bawah, bagaikan gelas kosong yang memerlukan isi. Bukan gelas penuh yang tumpah jika diisi. Ikuti segala peraturan dan disiplin yang ada dengan ikhlas dan syukur karena dapat mengecap ilmu di Gontor.
7. Kurang bersemangat dan kurang bersungguh-sungguh untuk dapat menyelesaikan pelajaran di Gontor sehingga kelas 6. Kurang doa, kurang pengorbanan, kurang usaha juga menyebabkan kegagalan. Apa yang perlu dikorbankan ?. mungkin semua harus dikorbankan sebagaimana perumpamaannya Thariq bin Ziad membakar kapalnya ketika akan masuk Spanyol. Mati atau menang. Itulah semangat kental yang diajarkan oleh Thariq bin Ziad jika kita ingin berjaya dalam mencapai sesuatu cita-cita. Jadi jika ingin selesai di Gontor semangatnya harus tinggi. Sandal hilang beli lagi. Tuala (handuk) hilang beli lagi, apalagi baju dan celana. Itu semua perkara kecil. Kalau nyawa hilangpun siap. Bondo bahu fikir lek perlu sak nyawane pisan. Jika kita sudah mempunyai semangat demikian insya Allah dapat menyelesaikan pelajaran di Gontor.
8. Perempuan. Perempuan termasuk gangguan besar bagi pelajar yang ingin menamatkan pelajaran di Gontor. Kadang kehendak sendiri ingin kawin, kadang-kadang disuruh kawin, kadang hanya ingin mempermainkan perempuan saja, kadang-kadang sengaja dijebak oleh perempuan-perempuan yang kurang baik akhlaknya. Untuk itu para pelajar harus berhati-hati dan mewaspadai godaan perempuan ini karena mereka merupakan talinya syaitan.
9. Orangtua juga bisa menjadi penyebab kegagalan anak di Gontor. Kadang-kadang orangtua atau salah seorang mereka menggalakkan anaknya melanggar peraturan yang ada di Gontor. Seperti mengajak anaknya memasuki rumah orang kampung, atau menyuruh orang kampung memasakkan untuk anaknya dengan alasan kasihan karena makanan di pondok kurang sedap. Orangtua yang masih kurang percaya terhadap Pondok akan menjadikan anaknya tidak tenteram. Pecayakan seluruhnya kepada Pondok. Makan minumnya, tidurnya, kegiatan hariannya dan lain-lainnya, percayakan sepenuhnya. Jika anda ragu, anda sendiri tidak akan tenang begitu juga dengan anak anda. Tidak perlu anda risau dengan menelpon anaknya setiap saat atau menelpon pembimbingnya setiap saat. Jika anda kurang percaya maka akan menjadikan siksaan tersendiri bagi anda dan anak anda.
10. Memanjakan anak tidak selalunya membuahkan hasil yang baik. Biarkan anak anda makan ala sederhana, sehingga ia dapat mensyukuri lazatnya makanan di rumah atau di restoran. Biarkan dia hidup secara sederhana agar ia kelak menjadi orang yang tangguh dapat hidup di mana saja dan dalam keadaan apa saja. Biarkan dia menjadi orang yang siap menghadapi masa depan dengan penuh keriangan dan kesyukuran, bukan orang yang manja yang cengeng yang sedikit-sedikit mengeluh dan menangis minta bantuan dan menyalahkan orang lain.

13 July 2008

BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KE TEPIAN

BERAKIT-RAKIT KE HULU BERENANG-RENANG KE TEPIAN

Bersakit-sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian. Tidak ada kejayaan tanpa pengorbanan. Tiada keseronokan tanpa kesusahpayahan. Begitulah banyak orang berkata. Tapi apakah pasti betul peribahasa ini?. Ada orang yang sudah banyak berkorban tapi masih belum berjaya juga. Ada orang yang sudah banyak merasakan keperitan dan kepedihan hidup tapi masih juga belum dapat hidup bersenang-senang. Kenapa sekali-kali kita tidak coba berusaha merobah. Bolehkah kita bersenang-senang, berseronok tanpa harus bersakit-sakit ?.
Contohnya jika seseorang ingin pandai maka ia harus sakit-sakit banyak membaca buku di perpustakaan atau harus bersakit-sakit dalam kerinduan karana merantau jauh dari keluarga. Contoh lain: harus menderita belajar di Gontor dan lain-lain. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus menderita ketika merantau, ketika membaca buku, ketika mondok di Gontor ?. Apakah tidak bisa kita merasa bahagia ketika membaca buku, ketika merantau atau ketika berada di Gontor ?. Apa salahnya kalau kita bersyukur dan happy di waktu mengerjakan pekerjaan yang dinamai pengorbanan ?.
Maka bolehlah kita ganti sementara: Berenang-renang ke hulu berenang-renang ke tepian.
Setiap saat kita merasa senang, di sini senang, di sana senang di mana-mana hatiku senang (lagu pramuka).

07 July 2008

TITIP ANAK KE PONDOK

Jika anda ingin menitipkan anak ke Pondok maka sebaiknya anda mengetahui maksud perkataan TITIP dahulu sebelum TITIP anak ke Pondok. Menurut Pak Kyai Hasan Abdullah Sahal: T (tega= harus tega terhadap anak untuk berpisah sementara). I (ikhlas, orangtua dan anak harus ikhlas dan siap untuk dididik dan diajar di sana, kehidupan yang sengaja diciptakan sederhana) T (tawakkal, jangan risau, jangan sering ditengok, jangan diragukan), I (ikhtiar, maksudnya ikhtiar dengan 3 D yakni dengan daya usaha, dengan dana, dengan doa), P (Percaya, mesti percaya kepada Pondok. Pondok tiada maksud sama sekali untuk merusak anak orang, bukan untuk mencari wang dengan mendidik anak, bukan untuk mencari nama melainkan untuk menegakkan kalimah Allah

23 May 2008

BERTAMBAH JUMLAH PEMBANTU PONDOK DENGAN MENINGKATNYA JUMLAH ALUMNI

Masih terngiang-ngiang di telinga kami ketika Bp Pimpinan Pondok, K.H. Imam Zarkasyi selalu mengingatkan kami murid-muridnya agar senantiasa menjaga Pondoknya walaupun kami sudah berada di tempat yang jauh. Bapak Kyai berpesan agar kami berkunjung ke Pondok melihat keadaan, perkembangan dan mendoakan agar Pondok tetap hidup dan mengabdi kepada agama, masyarakat dan negara. Beliau pernah berdoa agar tidak pernah melihat bangkai Pondoknya selama masa hayatnya.
Oleh itu semakin bertambah murid beliau, maka semakin bertambahlah orang yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup Pondok. Semoga para alumni di manapun berada akan senantiasa berdoa untuk Pondoknya. amin

12 May 2008

BANYAK KOMPLAIN TERHADAP PONDOK

Memang diakui bahawa Pondok Gontor masih banyak memiliki kekurangan di sana sini. Namun walaupun dengan berbagai macam kekurangan, Pondok ingin tetap berbuat sesuatu yang baik untuk menegakkan kalimah Allah. Pondok ingin terus berkembang dan terus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada. Saat ini amatlah jauh lebih baik daripada zaman dahulu, yang hanya menggunakan lampu minyak dan listrik diesel yang hanya hidup beberapa jam saja. Ruangan-ruangan kelas tidaklah seperti yang kita lihat sekarang. Namun tentunya masih tidak hanya cukup sampai di situ melainkan masih lagi banyak yang harus dilengkapi dan disempurnakan.

Jika kita mahu mensyukuri, maka berasa legalah hati ini. Tetapi jika mencari kekurangan-kekurangan maka tidaklah akan habis karena masih terlalu banyak kekurangan yang ada. La in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna 'adzabii lasyadiid.

Yang dikhawatirkan adalah orang-orang yang merasa lebih baik, merasa lebih tahu, merasa lebih sempurna, merasa lebih bersih, merasa lebih pandai. merasa lebih maju, merasa lebih hebat, merasa lebih tinggi, merasa lebih besar, merasa lebih kaya, merasa lebih sesuatu......... maka orang seperti ini biasanya memang hanya mencari kekurangan saja dan senantiasa mencaci maki dan mencurigai segala apa yang dilakukan oleh Pondok. Mungkin tepatnya orang seperti ini tidak menghantar anaknya ke Pondok Gontor karena dikhawatirkan tetap akan kecewa dan tidak mendapatkan kepuasan. Kecurigaan dan ketidak percayaan serta memiliki perasaan angkuh mendasari segala tindakan yang dilakukan.

Namun jika didasari dengan keikhlasan dan perasaan husnudhon (baik sangka) serta bersedia percaya terhadap Pondok serta menerima segala kekurangan, maka insya Allah anaknya akan dapat menyelesaikan pelajaran di Gontor dengan husnul khatimah.

KEPERCAYAAN PENUH KEPADA PONDOK

Jika seseorang meletakkan putera/puterinya ke Pondok Gontor, maka amat diperlukan kepercayaan penuh terhadap Pondok. Jika masih ada keraguan atau ketidak percayaan terhadap sistem yang diajarkan di Pondok, maka hal itu akan mengganggu proses pembelajaran anak di Pondok.
Sejak berdiri Pondok Gontor memang dicitak-citakan untuk mendidik anak-anak menjadi kader pemimpin di masyarakatnya kelak, menjadi Ulama' yang Intelek, bukan Intelek yang Tahu agama.
Jika prinsip dasar ini kurang difahami maka boleh dipastikan akan terjadi kesalah-fahaman dalam memahami setiap langkah kebijakan yang diambil oleh Pondok.
Untuk itu jika anda termasuk orang yang menyerahkan anak ke Pondok agar dididik, maka berniatlah sejak awal Bismillah, aku percayakan anakku untuk belajar di naungan Pondok yang Penuh dengan disiplin. Ya Allah berilah kekuatan dan ketabahan kepada anakku dalam menempuh pengalaman barunya di alam pendidikan dan berilah kemampuan kepada kami orangtua yang ditinggalkan untuk menghadapi segala keadaan dan cobaan selama anak kami belajar di Pondok demi untuk meninggikan kalimah Mu. amin

29 April 2008

IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern)

Setelah para pelajar menyelesaikan alam pendidikannya di Gontor, mereka bergabung dalam sebuah organisasi kekeluargaan yang dinamai dengan IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern). Saat ini IKPM berpusat di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, mempunyai cabang di seluruh Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Mesir, Saudi Arabia dan Syria.
IKPM bertujuan untuk menyatukan kembali langkah perjuangan para alumni Gontor di samping memberi sumbangan moril atau materiel kepada almamater Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dengan IKPM para alumni bisa berbagi cerita dan pengalaman selama berada di luar gontor. Kisah suka duka selama di Pondok senantiasa menjadi kenangan yang tidak boleh dilupakan. Itulah yang membuat para alumni senantiasa merasa satu walaupun terdiri dari berbagai macam umur dan suku. Tidak mengira tahun berapa seseorang selesai belajar di gontor, jika berjumpa dengan saudaranya yang juga belajar di gontor meskipun bukan pada tahun yang sama, mereka akan terasa akrab dan satu.
Keistimewaan IKPM tidak hanya dianggotai oleh para alumni yang selesai menamatkan pelajarannya di kelas 6 saja, melainkan siapa saja yang pernah belajar di gontor setidaknya satu tahun ajaran.
Para anggota IKPM biasanya mencurahkan jasanya kepada IKPM sebagai tanda terimakasihnya kepada Pondok yang telah mendidiknya ketika berada di sana. Mereka tidak mengharapkan apa-apa dari IKPM melainkan berkorban, membantu, memperjuangkan IKPM.
Begitulah tindakan para santri terhadap IKPM yang mensyukuri nikmat ilmu yang didapat dari almamaternya PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR.

22 March 2008

KATA-KATA SEMANGAT YANG DITANAMKAN DI GONTOR

* Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.
* Sistim itu ibarat benda / parang, Kita harus mahu dan tahu memakainya, sungguh-sungguh, sepenuh jiwa demi kebaikan, Insaya Allah dengan alat yang kecil ini dapat memotong pohon yang besar.
* Perjuangan memerlukan pengorbanan, bondo bahu pikir, lek perlu sak nyawane pisan (hart benda, tenaga, fikiran, kalau perlu nyawanya sekali).
* Berjasalah tapi jangan minta jasa.
*jangan seperti orang buta meraba gajah, jangan seperti kera makan manggis, jangan hanya melihat dari satu sudut, jangan hanya ambil cabainya saja, atau garamnya saja dalam mencoba masakan.jangan seperti pengikut Columbus yang kurang percaya. Jangan seperti orang yang belum tahu cara naik keretapi, teriak-teriak ketika kereta api sedang langsir (berundur).Jangan seperti orang yang mengikuti orang lain (makmum) dengan tidak tahu ke mana diikuti itu. Dekatkah ? atau jauhkan tujuannya ? apa yang dicari ? dan dengan apa apa kita ikut ? bagaimana caranya mencari ? Jangan seperi orang melihat hutan yang tertutup oleh sebuah pohon.
* i'maluu fauqa maa 'amiluu
* Kemajuan tanpa adiministrasi akan hancur. Administrasi tanpa kemajuan omong kosong tidak ada gunanya. Adiministrasi yang rapi mutlak perlu (wajib) untuk menjaga kepercayaan.
* Sesiapa yang harinya lebih baik dari hari kemarinnya maka dia seorang yang beruntung, dan sesiapa yang harinya seperti hari kemarinnya maka dia seorang yang merugi. Dan barangsiapa yang harinya lebih buruk dari hari kemarinnya maka dia seorang yang tercela.
Sebaik-baik perbuatan itu adalah yang kekal walaupun sedikit.
* Usai hidup seseorang itu tatkala berhenti dari beramal.
* Hanya orang-orang penting yang tahu kepentingan. Hanya pejuang-pejuang yang tahu arti perjuangan.
* Pekerjaan itu kalau dicari banyak, tapi kalau dikerjakan kurang, kalau diomongkan tak habis.

19 February 2008

IBUBAPANYA YANG MENANGIS KETIKA MENINGGALKAN ANAKNYA DI PONDOK

Tidak sedikit kejadian seorang ayah atau ibu atau dua2nya sekali menangis tidak sampai hati meninggalkan putera / puterinya di Pondok. Terfikir oleh orangtuanya bagaimana anakku di sana ? makan apa ? bagaimana tidurnya ? bagaimana pakaiannya ? bagaimana mandinya ? bagaimana-bagaimana banyak pertanyaan lain yang muncul setelah berpisah dengan anaknya. Bagi mereka yang tak sampai hati, ridak berapa lama berniat mengambil anaknya kembali apatah lagi jika anaknya juga menangis-nangis melalui telepon ataupun surat.
Kesimpulannya tidak lah ringan untuk berpisah dengan anak. Ternyata berat bukan bagi anak sahaja melainkan juga bagi ibubapanya. Namun bagi mereka yang berfikiran jauh, bukanlah melihat hari ini melainkan membayangkan 10 tahaun dan 20 tahun lagi anaknya akan jadi apa. Tiada kejayaan tanpa pengorbanan. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Ibubapa tidak mungkin mampu mengawasi dan mendidik anaknya sama 24 jam berterusan. Jiwa seorang anak yang merantau jauh dari kampong akan berbeza dengan anak yang selalu dimanja dan disediakan segala keperluannya. Anak mesti belajar berdikari dan mengurus diri sendiri. Anak mesti belajar memimpin dan bermasyarakat dan bergaul dengan segala macam watak manusia, sehingga kelak ia menjadi manusia yang tangguh dan mampu hidup di mana sahaja dan dalam suasa apa sahaja.
Selamat berjihad menghantar anak ke Pondok Pesantren yang dikehendaki.

19 January 2008

PENYAKIT GATAL-GATAL

Diharapkan para santri dapat menjaga kebersihan diri dan pakaiannya masing-masing. Menghindari penggunaan handuk (tuala) secara bertukar-tukar antara kawan-kawan adalah langkah yang baik untuk menghindari diri dari penyakit kulit (gatal-gatal). Biasanya anak-anak baru yang masih baru memulakan cara hidup berdikari akan terkena penyakit gatal-gatal ini walaupun sudah berusaha untuk menghindarkannya. Jika terkena penyakit gatal-gatal, tidak perlu risau dan panik, tetapi hendaklah bersegera pergi ke doktor yang ada di pondok ataupun di kota Ponorogo agar penyakit tidak berkembang ke tempat lain. Inilah penyakit yang biasa dihadapi oleh setiap santri Pondok. Walau bagaimanapun jika sudah terkena penyakit gatal-gatal sekali, jarang sekali akan terjangkit kali yang kedua.

07 January 2008

DIRIMU ADALAH IJAZAHMU (SIJILMU)

Sejak Gontor berdiri sehingga saat ini, Gontor lebih mengutamakan kualitas pelajar daripada sekedar sekeping kertas yang disebut sijil atau ijazah.
Para pendiri Pondok selalu mengingatkan murid-muridnya : Dirimu adalah Ijazahmu (Dirimu adalah Sijilmu).

BELAJAR BERDIKARI DI PONDOK

Untuk menjadi orang yang berdikari tidak semudah yang dibayangkan. Kadang-kadang ketika seseorang mengalami proses belajar BERDIKARI terpaksa harus mengalami cucuran air mata. Orang yang biasa bergantung dengan orang lain di rumah, kemudian ketika berada di Pondok,segala pekerjaan harus dihadapi sendiri, merupakan pelajaran yang sukar ditemui di tempat lain. Perasaan sedih, geram, menangis, kesepian dan lain-lain bercampur jadi satu di dalam hati.
Seorang pelajar baru akan menghadapi ribuan kawan yang berbeda sifat dan karakter. Ada yang baik, ada yang halus, ada yang nakal, ada yang kasar, ada yang pandai bergaul, ada yang pendiam dan ribuan karakter yang mungkin belum pernah dihadapi sebelum ini. Belum lagi mencuci pakaian sendiri, mengatur almari dan buku-buku sendiri, membersihkan badan dan tempat sendiri. Semua itu adalah pelajaran BERDIKARI yang amat penting bagi setiap pelajar untuk menghadapi masa depannya kelak.
Oleh itu tidak sedikit para pelajar yang kurang tahan / kurang betah berada di Pondok. Maka segeralah angkat kaki dan meninggalkan Pondok. Begitu juga sebahagian orangtua yang tidak sampai hati meninggalkan anaknya belajar berdikari seperti itu. Akhirnya orangtuanya pun memanggil anaknya pulang.
Biasanya penyesalan dirasakan di kemudian hari ketika melihat kawan-kawan lain yang bertahan di Pondok telah berjaya menjadi orang-orang yang terpandang di masyarakat sedangkan diri nya atau anaknya kurang bernasib baik. Walau bagaimanapun ada juga beberapa orang pelajar yang keluar dari Gontor telah berjaya di masyarakat meskipun belum selesai belajar di Pondok.

30 December 2007

KITA MEMERLUKAN GONTOR ATAU GONTOR MEMERLUKAN KITA

Jika kita merasa bahawa kita memerlukan Gontor maka sebelum datang Gontor haruslah kita memasang niat yang betul bahawa kita akan mengikuti apa yang dikehendaki oleh Gontor.
Jika kita merasa bahawa Gontor memerlukan kita maka tidak salah kalau kita meminta Gontor mengikuti apa yang kita mahukan.
Menurut sejarah berdirinya sebuah Pondok Pesantren, adalah nun jauh di sebuah desa wujudlah seorang alim yang banyak ilmunya biasa dikenali dengan nama Kyai. Kemudian berdatanganlah para calon santri / pelajar yang ingin meneguk ilmu dari beliau. Maka dengan rela hati para calon pelajar tersebut membuat sendiri pondok-pondok (rumah-rumah kecil) untuk sekedar menjadi tempat tinggal untuk berehat selepas lelah belajar. Hari demi hari, lama kelamaan banyaklah berdiri pondok-pondok tersebut. Jika seorang pelajar telah selesai tamat belajar, maka pondok-pondok tersebut diwariskan kepada pelajar baru yang lain.
Tradisi ini terus dikembangkan sehinggalah masa sekarang ini, pondok-pondok tersebut telah dibangun secara permanen untuk memudahkan pengawasan dan meringankan para pelajar yang baru akan datang ke pondok pesantren tersebut.

Maka melihat sejarah berdirinya pondok pesantren, bukanlah Kyai itu yang mengundang para pelajar / santri namun para santrilah yang datang sendiri karena menginginkan tetesan ilmu dari Bapak Kyai.

Bagi calon pelajar Gontor yang ingin belajar di Gontor hendaknya senantiasa mengingati sejarah ini agar dengan rela hati dapat mengikuti segala peraturan dan disipin yang telah ditetapkan oleh pendiri Pondok dan generasi penerusnya.
Selamat belajar dengan ikhlas.

25 December 2007

MENAWAN CITA-CITA ALA THARIQ BIN ZIYAD

Jika anda ingin menghantar anak ke Gontor dan berhasil husnul khatimah hendaknya anda meerenungkan sejarah Thariq bin Ziyad dalam menaklukkan Spanyol. Walaupn dengan jumlah tentera yang jauh lebih sedikit dan persediaan yang Berkurangan, namun beliau berjaya memenangi peperangan. Bagamana caranya ? Beliau membakar semua kapal yang digunakan untuk menyeberangi selat Spanyol dan berkata kepada para tenteranya: musuh di hadapanmu dan lautan di belakangmu. Tiada pilihan untuk kamu sama ada mati atau menang.

14 December 2007

SANTRI DIPULANGKAN ( DIUSIR / DIHALAU ) DARI PONDOK

Sebagaimana diketahui oleh setiap santri yang akan belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor bahwa setiap pelanggaran akan dikenakan sangsi atau hukuman yang setimpal. Hukuman yang paling berat adalah dipulangkan ke rumah orangtuanya. Antara pelanggaran berat yang harus dihindarkan adalah:
1. Mencuri.
2. Bergaduh / bertengkar / berkelahi.
3. Melawan Pimpinan dan para pembantunya termasuk para pengurus.
4. Keluar dari Pondok tanpa izin dari pihak bahagian keamanan atau yang berkaitan.
5. Berhubungan dengan wanita yang bukan muhrim.
6. Melakukan perbuatan maksiat antara lelaki dengan lelaki atau perempuan.
7. Masuk rumah orang kampung di luar pondok, apalagi sampai bermalam dan makan minum di rumah tersebut.
Hendaknya larangan-larangan di atas dihindari dengan hati yang ikhlas sebelum berniat belajar di Pondok. Jika terjadi pelanggaran walaupun hanya sekali maka hukuman sehingga dipulangkan akan diberlakukan. Untuk pelajar dari luar negeri, ibubapa mesti datang mengambil anaknya dan visa belajar akan dibatalkan. Tiada apa-apa surat keterangan akan dikeluarkan dari Pondok kecuali surat pemulangan. Kerugian dan kesukaran akan dihadapi jika terjadi pelanggaran besar seperti tersebut di atas termasuk biaya transport yang cukup besar. Oleh itu lebih baik meninggalkan pondok dengan cara yang baik tanpa harus melanggar peraturan yang sudah ada. Semua peraturan dan disiplin dibuat untuk kebaikan dan keselamatan para santri dan menjaga amanah yang telah diberikan oleh ibubapa kepada Pondok.

13 December 2007

MENGHANTAR ANAK KE GONTOR BUKAN MEMBUANG ANAK

Ibubapa yang menghantarkan anaknya ke Gontor adalah termasuk golongan orangtua yang menyayangi anaknya. Betapa tidak, karena tidak mungkin ibubapa tega berjauhan dengan anak jika mereka tidak mengharapkan anaknya menjadi orang baik. Dasar inilah yang harus disedari oleh seorang anak yang dihantarkan ke Gontor.
Oleh itu ibubapa juga tidak merasa bahwa mereka telah membuang anak ke Gontor setelah anaknya ditinggalkan ke di sana. Bahkan sebaliknya ibubapa dan anak sama-sama berkorban dalam masa beberapa tahun untuk mencapai masa depan yang cemerlang. Semoga anak tersebut menjadi anak yang mengenali dirinya, mengenali Tuhannya, menjadi anak yang shalih yang berbakti kepada ibubapanya. Amin ya Robbal alamin.

10 December 2007

KOIR SISWA AKHIR PADA MALAM PG 682


Kebersamaan dalam melaungkan lagu-lagu patriotisme Pondok Modern dan perjuangan siswa akhir merupakan salah satu agenda yang disusun dalam acara Panggung Gembira 682 tahun 2007.
Mengikuti acara dari sejak awal sehingga selesai merupakan hiburan yang amat mempesona. Acara demi acara disusun amat apik dan menarik sehingga dapat menghibur seluruh para hadirin yang terdiri dari para santri baru, para santri lama, para guru, dan ibu bapa yang jumlahnya diperkirakan sekitar 10.000 orang.

Semoga acara ini memberikan pendidikan yang baik dan berkesan sepanjang hayat dan merupakan modal perjuangan untuk masa hadapan.

PANGGUNG GEMBIRA 682 TAHUN 2007


Acara Wajib yang diamanahkan kepada para siswa akhir KMI untuk menampilkan suatu kreatifitas kesenian dan inovasi dengan segala kemampuan yang mereka miliki, ditampilkan pada malam yang dikenali dengan nama malam Panggung Gembira.
Inilah bentuk sebuah panggung yang telah mereka hasilkan bersama seluruh para siswa kelas 6 KMI. Tanpa kerjasama yang baik, ukhuwwah Islamiyah, keberanian, keuletan, kesungguhan antara seluruh siswa dan para pembimbing, amat sukar acara besar ini akan terlaksana.
Kesenian yang dikemas dan dipilih secara teliti untuk tujuan pendidikan telah membawa para santri secara bersungguh-sungguh mensukseskan acara Panggung Gembira 682 tahun 2007

24 November 2007

13 ORANG ANGGOTA BADAN WAKAF GONTOR


Barisan depan dari kiri ke kanan: 1) K.H. Syamsul Hadi Abdan, 2) DR. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A, 3) K.H. Muhammad Sholihin, 4) Drs. K.H. Kafrawi Ridwan, M.A, 5) K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Barisan belakang dari kiri ke kanan: 6) Drs. K.H. Rusydi Bey Fananie, 7) DR. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, 8) K.H. Sutadji Tadjuddin. M.A, 9) K.H. Akrim Mariyat, Dipl.Ad.Ed, 10) Mohammad Masruh Ahmad, M.A, MBA, 11) Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, 12) K.H. Abdullah Sa'id Baharmus, Lc, 13) Prof. Dr. K.H. Dien Syamsuddin

SIDANG BADAN WAKAF KE 58 TERLAKSANA


Suasana sidang Badan Wakaf ke 58 di Pondok Modern Gontor pada 20-21 November 2007. Alhamdulillah seluruh anggota Badan Wakaf hadir, lengkap. Banyak keputusan-keputusan baru untuk meningkatkan prestasi Pondok Modern
Darussalam Gontor (PMDG) dan memperbaiki segala kekurangan yang muncul. Semoga Pondok Modern Gontor akan terus berkembang dan maju bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa. Untuk ummat Islam seluruh dunia. amin

16 November 2007

SIAP DIKOREKSI SEBELUM MENJADI GURU

Untuk menjadi seorang guru yang baik, setiap siswa kelas akhir harus melalui satu program praktek mengajar yang dikenali dengan 'Amaliyah. Seperti pada gambar yang diposting oleh el_mautsuq di milis gontorians ini menunjukkan bagaimana salah seorang siswa kelas 6 sedang melakukan amaliyah mengajar di hadapan murid-murid dan para pengkritik dan pembimbing. Para pengkritik terdiri dari kawan-kawan kelas 6 dan para pembimbing terdiri dari para Ustadz.

Dengan amaliyah wajib ini, seseorang guru yang akan mengajar di Pondok Modern Gontor akan menjadi lebih percaya diri dan mengetahui kesalahan-kesalahan yang perlu diperbaiki.
Diharapkan dengan amaliyah ini Gontor akan mengeluarkan Guru-guru yang bermutu baik dari segi materi pelajaran atau teknik-teknik mengajar.

12 November 2007

TETAP MENGAJAR WALAU HANYA TINGGAL SEORANG MURID

Semangat membara dalam mengajar yang dicontohkan oleh Pendiri Trimurti sungguh luar biasa. Pernah beliau berucap: "Saya akan tetap mengajar walau hanya tinggal satu orang murid. Dan apabila seorang murid itu pun meninggalkan saya, maka saya akan tetap mengajar orang lain melalui tulisan". Itulah contoh tauladan yang diberikan oleh seorang Kyai yang mukhlis dalam bidang pengajaran. Semoga seluruh santri yang pernah belajar di Gontor, tetap mempunyai semangat yang sama walau apapun profesi mereka.
Guru = Digugu dan ditiru. Amin

08 November 2007

BERLATIH MENGAJAR DAN MEMIMPIN DI GONTOR

Sebenarnya setiap santri di Gontor dilatih selama 4 tahun dalam mengajar dan memimpin orang lain secara praktek bukan sekadar teori. Sejak mulai kelas 4, anak-anak sudah dilatih menjadi pemimpin. Mahkamah Bahasa Arab dilaksanakan oleh para santri kelas 4. Oleh itu mereka harus memberi contoh yang baik kepada adik-adik kelas 1 – 3. Kemudian ketika kelas 5, para santri sudah dilatih mengajar pramuka dan menjadi pengawas muhadharah dan menjalankan seluruh aktivitas organisasi yang ada di Pondok Merekalah yang menjadi ketua Organisasi Pelajar, Bendahara, Keamanan, Penerimaan tamu, Pengurusan Dapur Santri, Pengurus Rayon dan lain-lain.. Mahu tidak mahu para santri kelas 5 harus menjadi orang yang digugu dan ditiru, menjadi tauladan yang baik.
Apalagi ketika sudah naik kelas 6 (Kelas Akhir), kelas tertinggi di KMI. Mereka diberi amanah mengajar pelajaran sore dan persiapan menjadi Guru KMI dan bekalan untuk terjun di masyarakat. Dan setelah tamat kelas 6, mereka diwajibkan mengabdi selama setahun mengajar dan mengabdi di dalam masyarakat yang benar.
Bayangkanlah selama 4 tahun para santri dilatih mengajar dan memimpin. Baik menggunakan Bahasa Arab atau Bahasa Inggris.
Bapak Kyai Pendiri Pondok Modern Gontor juga memberi dorongan kuat agar para alumni Gontor, istiqomah dalam mengajar dan mendidik. “Siapa-siapa murid saya yang mahu mengajar alif ba’ ta’ tsa walaupun di surau yang jauh dari kota, ia adalah orang besar bagi saya”. Begitulah lebih kurang pesan Pak Kyai Zarkasyi untuk murid-muridnya.

Oleh itu tidak heran para alumni Gontor terbiasa menjalankan pengurusan apa-apa organisasi kerana latihan demi latihan sudah pernah dilakukan ketika di Pondok selama empat tahun secara praktek.

06 November 2007

KEIKHLASAN GURU DI GONTOR

Pondok Modern Gontor amat mementingkan dan menekankan keikhlasan Guru dalam mengajar dan mendidik para santri. Memang sukar dipercaya kalau Guru-guru di Gontor tidak digaji. Mereka bekerja siang dan malam dengan ikhlas untuk mengajar dan mendidik tanpa mengharapkan gaji dan uang over time. Penanaman keiklasan ini sudah dilakukan sejak Para Pendiri Pondok masih ada lagi. Kini setelah beliau-beliau wafat, pelaksanaan keikhlasan ini diwariskan turun temurun sehingga kini.
Oleh itu hubungan antara murid dan guru bukanlah hubungan materi, melainkan hubungan batin yang amat kuat. Seorang murid akan sentiasa ingat akan jasa gurunya selama hayat di kandung badannya. Ingat nama gurunya, ingat cara mengajarnya dan ingat segala jasa baiknya. Hubungan keikhlasan inilah yang perlu dikekalkan di Pondok Modern Gontor.
Di Gontor setiap guru diwajibkan membuat persiapan mengajar sebelum melakukan tugas mengajarnya. Semua yang akan diucapkan di kelas, ditulis dalam buku persiapan mengajar dan ada seseorang pembimbing / pengawas yang dilantik untuk tujuan itu. Ketika mengajar juga diawasi kedatangannya harus tepat dan kelas tidak boleh kosong. Kemudian waktu malam hari, para guru harus siap berkeliling di asrama murid-murid untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul di pelajaran pagi. Dan Guru Wali Kelas paling bertanggung jawab atas kejayaan dan kegagalan setiap murid yang di bawah jagaannya. Oleh itu biasanya para guru wali kelas membuat kelas tambahan selepas shubuh sebelum mereka bersarapan pagi. Begitulah kegiatan guru yang padat. Tanpa keikhlasan yang tinggi, semua itu mustahil dapat dilakukan dengan baik.
Ternyata latihan keikhlasan inilah yang membuat para alumni Gontor berjaya di masyarakat. Jika para alumni tetap melakukan tugasnya di masyarakat dengan penuh keikhlasan, niscaya kejayaan akan berada di hadapan mereka.

04 November 2007

ALUMNI GONTOR DIANJURKAN TETAP MENGAJAR WALAU APAPUN PROFESI

"Siapa sahaja muridku yang mengajar alif ba' ta' tsa walaupun di surau yang jauh dari keramaian kota, ia adalah orang besar bagiku" : Itulah ungkapan Pendiri Pondok Modern Gontor,
Jika meneliti ungkapan tersebut, nampaknya beliau mencita-citakan agar murid-muridnya tetap menjadi seorang guru walau di mana jua berada. Bagi beliau orang besar bukanlah mereka yang duduk di atas kursi pangkat tertinggi di suatu organisasi atau bangsa melainkan siapa sahaja yang masih mahu mengajar. Beliau menginginkan agar murid-muridnya tetap mendermakan ilmunya kepada masyarakat. Inilah pesan penting yang perlu difahami oleh setiap alumni yang pernah belajar di Pondok Modern Gontor dan oleh ibubapa yang akan atau sedang menghantarkan anaknya belajar di sana.
Bukan bermakna setiap alumni tidak boleh menjadi pegawai atau pejabat tinggi. Boleh-boleh sahaja dan banyak contohnya saat ini bertebaran di seluruh pelosok bumi Indonesia dan sekitarnya. Namun diharapkan mereka tetap menabur ilmu dan menjadi guru bagi masyarakat di sekelilingnya. Itulah harapan Pendiri Pondok Modern Gontor.

03 November 2007

ULAMA YANG TAHU UMUM ATAU CENDEKIAWAN YANG TAHU AGAMA

Sebahagian ibubapa bercita-cita agar anaknya menjadi seorang ulama yang tahu ilmu-ilmu umum. Dan ada sebahagian yang lain menginginkan anaknya Pintar di bidang umum tapi juga tahu agama.
Cita-cita inilah yang mempengaruhi ibubapa memilihkan sekolah untuk anaknya. Gontor ke mana? Oleh itu setiap ibubapa yang ingin menghantarkan anaknya ke Gontor harus mengetahui ke manakah arah tujuan pendidikan di Gontor.
Sebagaimana yang diinginkan oleh pengasasnya bahwa Pondok Modern Gontor didirikan untuk mendidik murid-muridnya agar menjadi ulama yang tidak buta lingkungan. Ulama yang tahu ilmu-ilmu umum. Sementara terdapat sekolah-sekolah lain yang mempunyai orientasi sebaliknya yakni mendidik murid-muridnya agar menjadi orang pintar di bidang umum tapi mengtahui agama.
Kelihatannya dua tujuan ini sama tapi sebenarnya perbedaan jauh dan sangat mendasar sekali.
Seorang ulama yang takut Allah dan tahu ilmu-ilmu umum akan dapat menyesuaikan dirinya di dalam masyarakat. Seandainya dia menjadi Pegawai pun dia masih menyandang pangkat ulamanya. Dia masih takut kepada Allah.

Pendiri Pondok Modetn Gontor, khawatir sekali terhadap orang pintar namun mempergunakan agama untuk kepentingan nafsunya. Untuk itu, sebaiknya ibubapa mengetahui arah ini. Bersediakah ibubapa mempunyai anak yang ulama ? Pendakwah ? Guru agama / umum ? namun tidak tertinggal oleh arus globalisasi di masyarakat ?. Bersediakah ibubapa mempunyai anak yang bekerja / usahawan tetapi juga ulama ?.

01 November 2007

SELAMAT BELAJAR PARA SANTRI. IBUBAPA MENDOAKAN KALIAN

Para ibubapa yang menghantar anak-anaknya ke Gontor, tidak lain bertujuan agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang baik. Anak-anak yang shalih / shalihah. Anak-anak yang berilmu. Kesedihan berpisah sebenarnya dialami oleh anak dan ibubapa. Namun karena kasih sayang ibubapa terhadap anaklah mereka sanggup berpisah dengan anak-anaknya. Ibubapa tidak melihat saat ini, tetapi melihat sepuluh tahun yang akan datang.... dua puluh tahun yang akan datang.
Ingatlah wahai para santri, ibubapa kalian banyak berkorban untuk kalian agar berhasil sukses menyelesaikan pelajaran di Gontor. Belajarlah sehingga habis.... janganlah setengah-setengah... janganlah berhenti di tengah jalan. Sesungguhnya buah inti pelajaran di Gontor adalah ketika anda berhasil menyelesaikan seluruh pelajaran KMI (Kulliyatul Mu'allimin al Islamiyah) dari kelas 1 sampai kelas 6.
Nikmatilah kehidupan mencari ilmu selama di Gontor. Sesungguhnya peluang emas ini tidak akan terulang lagi. Janganlah menyesal setelah anda semakin meningkat umur dan tidak dapat kembali muda lagi. Janganlah tergesa-gesa menjadi tua ....menjadi orangtua.....buru-buru kawin. Nikmatilah alam sekolah ini.
Ibubapa mendoakan kalian semoga kalian sukses selesai belajar di Gontor ...husnul khatimah. Ikutilah segala disiplin yang ada dengan penuh ikhlas dan lillahi ta'ala. Insya Allah tidak berat jika kalian ikhlas. Bersabarlah sehingga anda tammat. Amin

30 October 2007

KENANGAN BERSAMA PARA PESERTA MUKTAMAR


Foto kenangan para peserta muktamar bersama Menteri Agama Bapak Maftuh Basuni yang juga seorang alumni Gontor.

KONFERENSI INTERNASIONAL ANTAR UNIVERSITAS ISLAM SEDUNIA DI GONTOR



Pondok Modern Gontor telah mendapat kehormatan karena telah terpilih menjadi tempat Konferensi Antarabangsa bagi Universitas-Universitas Islam pada 3-4 July 2007

25 October 2007

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN DI GONTOR

Pendidikan tidak sama dengan Pengajaran di Gontor. Pendidikan lebih diutamakan daripada Pengajaran. Tujuan Pendidikan di Gontor mengarah kepada:
1. Kemasyarakatan. Semua apa yang diperkirakan akan ditemui oleh anak di masyarakat itulah yang akan dididikkan di Gontor. Bahkan segala aktivitas yang ada di Gontor itulah yang ada di masyarakat.
2. Hidup Sederhana. Sederhana bukan berarti miskin dan tidak berarti mendidik miskin atau mengajarkan miskin. Bahkan sebaliknya. Orang yang biasa hidup sederhana, hidupnya akan lebih bahagia dan siap menghadapi masa depan tanpa rasa ketakutan.
3. Tidak Berpartai / Tidak Berpuak. Gontor di Atas dan Untuk Semua Golongan. Oleh itu Pondok Modern Gontor tidak boleh dibawa ke mana-mana partai atau golongan. Gontor untuk semua.
4. Tujuan ke Gontor bukan untuk menjadi Pekerja atau Pegawai. Melainkan Thalabul 'Ilmi (Mencari Ilmu) dan semata-mata Ibadah menunaikan perintah Agama. Diharapkan bukan hanya sekadar menjadi Pekerja melainkan Pemimpin Usaha yang mempunyai Pekerja dan bermentalkan kepesantrenan.

23 October 2007

PAKAIAN PARA SANTRI DI GONTOR

Pakaian-pakaian yang tidak sopan hendaknya ditinggalkan sahaja di rumah. Gontor menganjurkan supaya para santrinya berpakaian sopan dan berakhlak mulia. Pakaian yang menunjukkan remaja yang tidak sesuai dipakai para santri memang dilarang. Seperti baju yang warna atau gambarnya tidak bermoral dan sejenis. Levi's juga tidak diperbolehkan dipakai di sana.
Oleh itu para santri yang akan ke Gontor sebaiknya membawa pakaian warna polos (plain) dan berwarna sederhana. Untuk pakaian sekolah biasanya berwarna putih dan celana gelap, sepatu / kasut hitam. Untuk pakaian ke masjid: kain sarung, ikat pinggang, sajadah dan songkok hitam. Untuk pakaian olahraga / sukan juga khas pakaiannya. Semua pakaian itu juga bisa dibeli di Pondok atau di Ponorogo jika belum dimiliki oleh para santri. Untuk informasi yang lebih jelas bisa ditanyakan kepada para santri senior yang masih belajar di sana.

WARUNG TELPON (WARTEL) DI GONTOR

Tidak ada masalah bagi para santri untuk menghubungi ibubapa atau keluarganya di kampung. Kerana setidaknya di Gontor terdapat dua buah Wartel yang beroperasi untuk membantu para santri berkomunikasi dengan keluarganya.
Para santri memang tidak diizinkan untuk membawa telpon bimbit (hp) dan apa sahaja barang elektronik. Semoga dengan peraturan ini, banyak segi positif yang diperoleh para santri dan ibubapa.

22 October 2007

IBU SEDIH BERPISAH DENGAN ANAK BELAJAR DI GONTOR

Bagi para ibu yang baru pertama kali berpisah dengan anaknya merantau jauh dari kampong adalah sesuatu yang amat memilukan dan mengharukan. Apatah lagi jika anak tersebut adalah adalah anak satu-satunya, anak tunggal, atau anak laki satu-satunya.
Keadaan sedih ini juga sering dialami oleh para ibu yang memiliki beberapa anak yang belajar di Gontor. Bukan aneh, tetapi hal ini sering terjadi.
Wajarlah, siapalah yang tidak sedih berpisah dengan anak kesayangan. Siapakah yang tidak menangis berjauhan dengan anak yang selama ini berada di depan matanya ?. Tetapi bagi seorang ibu yang mengerti makna perjuangan, makna pengorbanan, dan makna masa depan anak, akan menyadari bahawa cinta memerlukan pengorbanan. Anak yang berjaya adalah anak yang terbiasa berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Anak yang berjaya adalah anak yang pemberani. Anak yang berjaya adalah anak yang hijrah dari kampungnya. Ini semua bisa didapatkan sekaligus di Pondok Gontor jika mahu memanfaatkan sepenuhnya apa yang diajar di sana.
Ibubapa yang mencintai anaknya bersedia ikhlas berpisah dengan anaknya demi masa depan anaknya yang cemerlang.
Tahniah dan syabas kepada para ibubapa yang ikhlas dan sanggup berkorban apa sahaja untuk kecemerlangan anaknya dan untuk ummat Islam.

GONTOR DAN BAHASA ARAB

Antara kelebihan Gontor adalah dapat mengajarkan Bahasa Arab kepada setiap murid walaupun sebelumnya mereka tidak mempunyai asas bahasa Arab sama sekali. Ini sudah terbukti sejak puluhan tahun yang lalu. Baik penguasaan bahasa dari segi pendengaran, pemahaman atau percakapan. Terbukti tidak lebih satu tahun anak-anak bisa dipastikan sudah mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab.
Bagaimana bisa terjadi ?. Memang sebuah sistem dan lingkungan sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga sukar sekali bagi anak-anak bercakap dalam bahasa selain bahasa Arab dan bahasa Inggris. Di dalam kamar, dalam kelas, dalam dapur, dalam masjid dan di mana sahaja para santri diwajibkan menggunakan bahasa Arab atau bahasa Inggris. Dan barangsiapa melanggar peraturan bahasa, maka ia harus siap dihadapkan ke mahkamah bahasa yang dijalankan oleh para santri kelas 4. Dan perlu dimaklumi tiada ampun bagi pelanggaran bahasa ini. Hukuman bisa ringan dan bisa berat seperti botak kepala atau dipindahkan ke pondok Gontor yang lain.
Bahasa Arab adalah bahasa yang penting diketahui oleh setiap ummat Islam. Tanpa Bahasa Arab, pemahaman tentang al Quran amat kurang sempurna. Dalam Islam, Bahasa Arab digunakan dalam bacaan-bacaan shalat, bahasa Al Quran dan bacaan-bacaan doa. Oleh itu seorang ulama wajib mengetahui bahasa Arab.
Gontor amat mementingkan bahasa Arab, sehingga seluruh buku pelajaran kelas 2 sampai kelas 6 adalah menggunakan bahasa Arab kecuali pelajaran hisab, bahasa Inggris dan matematik.
Bersyukurlah orang-orang yang telah memahami dan dapat bercakap dalam bahasa Arab, bahasa Islam, dan bahasa al Quran.

21 October 2007

SELAMAT JALAN PARA KADER PEMIMPIN

Hari ini rombongan pelajar dan Calon pelajar Gontor telah bertolak terbang menuju Solo. Di sana disambut oleh ust. Mushawwir bin Syafruddin yang terpaksa menambah satu bus lagi untuk mengangkut seluruh warga Gontor ini. Padahal hari kemarin sudah ada beberapa orang yang berangkat lebih awal dan masih ada lagi yang saat ini sedang mengurus visa belajar di Gontor melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia. Selamat jalan wahai calon-calon pemimpin masa depan. Tempuhlah segala cubaan dengan penuh tawakkal, kuatkan niat dan semangat untuk kejayaan bangsa di masa hadapan. Bismillah, anda-anda semua adalah termasuk orang yang fi sabilillah. Semoga Allah mengabulkan cita-cita anda semua. Amin. Selamat belajar dan selamat beribadah.

20 October 2007

ANAK YANG BERJAYA

Setiap orangtua menginginkan anaknya berjaya. Namun standard kejayaan seorang anak bagi orangtua tidaklah sama antara satu dengan yang lain.
Seorang anak yang dapat menyelesaikan pembelajarannya sehingga peringkat yang tertinggi, mendapatkan pekerjaan yang baik, bergaji tinggi, dan tidak menyusahkan orang lain biasanya sudah dianggap berjaya. Tanpa harus diperhatikan apakah nanti anaknya masuk syurga atau tidak, bukanlah suatu perkara yang penting bagi mereka.
Ada sesetengah ibubapa yang melihat kejayaan studi dan kerjaya sekaligus dengan memperhatikan amal ibadah anaknya terhadap Allah yang menciptakan manusia dan segala isi alam semesta.
Dan ada juga sesetengah ibubapa yang menginginkan anaknya bukan hanya berjaya dalam studi, kerjaya dan ibadah sahaja tetapi juga menginginkan agar anaknya mengajak orang lain agar berjaya dan berbahagia sebagaimana yang ia raih.
Katagori yang terakhir inilah yang jarang dijadikan matlamat oleh kebanyakan ibubapa.

KESEDERHANAAN DI GONTOR

Sederhana bukan berarti miskin.
Untuk menyediakan makanan mewah bagi para santri bukannya Gontor tidak mampu, tetapi keadaan itu sama sekali tidak mendidik.
Memang disengajakan para santri dilatih untuk hidup secara sederhana dari segi makan, minum, tempat tinggal dan lain-lain. Kerana semua ini adalah proses pendidikan. Diharapkan kelak para santri dapat hidup di mana sahaja dengan hati yang senantiasa mensyukuri nikmat.

ONGKOS BELAJAR DI GONTOR MAHAL ?

Mahal atau murah itu relatif bergantung kepada siapa yang mengeluarkan ongkos tersebut.
Pendidikan yang baik sebenarnya tidak dapat dinilai dengan uang. Apalagi jika ongkos yang dikeluarkan itu sebenarnya hanya untuk keperluan pelajar itu sendiri. Contohnya seperti uang makan sebesar Rp 150.000 dengan 90 kali makan dalam sebulan. Apakah dianggap mahal ? Dan uang sekolah sebesar Rp150.000 untuk keperluan keselesaan anak belajar dalam kelas, untuk perbaikan bangku meja yang rusak dan untuk kapur dan papan tulis yang digunakan untuk proses pembelajaran para pelajar ?. Uang tersebut digunakan sepenuhnya untuk keperluan belajar bukan untuk gaji para guru. Perbandingkanlah dengan belajar di luar yang harus ditambah lagi dengan ongkos transportasi dan pelajaran-pelajaran tambahan (tuisyen).

GONTOR PUTERI 1

Perlu dimaklumkan bahawa Gontor 1 Putera dan Gontor Puteri 1 letaknya sekitar 100 km. Jarak perjalanan dengan kendaraan lebih kurang 2 jam. Letak Gontor Puteri 1 di Sambirejo, Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kota yang terdekat dari Pondok Puteri 1 adalah Sragen dan Solo. Jarak perjalanan dari Solo lebih kurang 3 jam.
Saat ini terdapat 4000 lebih santri puteri dengan 300 guru yang semuanya diwajibkan bermukim di dalam pondok.

16 October 2007

SELAMAT DATANG KEMBALI PARA SANTRI DAN CAPEL

Selamat Datang kembali para santri dan capel. Berfokuslah kepada cita-cita anda untuk masa depan anda. Anda adalah pemimpin masa depan. Mungkin dalam diri anda saat ini terlintas bermacam-macam perasaan; perasaan sedih, perasaan bosan, perasaan malas dan perasaan semangat belajar, bercampur aduk menjadi satu.
Manfaatkanlah masa mudamu saat ini, sesungguhnya ia tidak akan kembali lagi. Janganlah kau sesali satu saat nanti jika anda melewatkan masa berharga ini sia-sia begitu saja. Roda zaman akan terus berputar begitu cepat. Satu saat anda akan hanya merasakan alangkah cepatnya masa berlalu ketika anda belajar di Gontor.
Bismillah, ikhlaskanlah dirimu saat ini sesungguhnya anda sedang di jalan Allah. Man thalabal 'ilma fa huwa fi sabilillah.

10 October 2007

PEREKAT UMMAT

Para santri sejak dari mula masuk Pondok senantiasa ditanamkan rasa persaudaraan yang kukuh. Oleh itu di dalam Pondok pergaduhan adalah merupakan pelanggaran berat dan bisa menyebabkan seseorang dipulangkan ke rumah orangtuanya. Persaudaraan ini akan dibawa terus oleh para santri Gontor walaupun mereka telah meninggalkan Pondoknya. Lihatlah para santri Gontor yang senantiasa akrab antara mereka. Mereka tidak lagi memandang kesukuan, kebangsaan, usia, kekayaan dan kebudayaan. Mereka hanya mengetahui bahwa mereka adalah mempunyai almamater yang sama yaitu Pondok Modern Gontor.
Diharapkan dari persaudaraan ini muncul sifat kerukunan antara ummat Islam dan menjadi perekat ummat. Para santri tidak boleh menjadi pemicu perpecahan dan menjadi pemanas suasana permusuhan.
Diharapkan para alumni dapat menjadi perekat ummat di masyarakat. Perekat ummat antara organisasi Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama, antara partai-partai Islam, antara kelompok-kelompok Islam yang berlainan pendapat. Juga amat diharapkan menjadi perekat ummat antara negara-negara Islam dan jiran-jirannya seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei.

08 October 2007

PERCAYA TERHADAP PONDOK

Antara persyaratan yang diperlukan oleh Pondok agar seorang anak berhasil menyelesaikan studi di Gontor dengan baik adalah kepercayaan ibubapa dan anak terhadap Pondok (Para Pimpinan dan para pembantunya). Oleh itu kebiasaannya ketika pendaftaran para ibubapa diminta menandatangani sejenis surat perjanjian bahwa ibubapa berjanji tidak akan mengganggu segala kebijaksanaan yang dilaksanakan oleh Pondok.
Tanpa kepercayaan terhadap Pondok, maka proses pendidikan akan terganggu dan tidak berjalan dengan baik. Ibubapa mesti meyakini bahwa apa yang diputuskan oleh Pondok tidak lain adalah untuk kebaikan pendidikan anak-anak santri.
Perlu diingat dan dipertegas kembali, bahwa Pimpinan Pondok dan para pembantunya tidak pernah memakan gaji dari uang iuran santri. Mereka melakukan tugas dengan penuh ikhlas jiwa raga, lillahi ta'ala li i'laai kalimatillah. Ini perlu diyakini oleh seluruh santri dan ibubapa dan boleh dibuktikan.
Masalah akan muncul jika ibubapa sudah meragui keikhlasan Para pimpinan Pondok. Mereka tidak mempercayai keputusan-keputusan dan kebijaksanaan Pondok.
Dan perlu ditegaskan bahwa Pimpinan Pondok dipilih dan disetujui oleh seluruh anggota Badan Wakaf.
Ibubapa perlu meyakini berdasarkan keputusan Sidang Badan Wakaf bahwa Pimpinan Pondok sekarang ini adalah 0rang-orang yang tepat untuk memimpin Pondok.
Manusia berusaha, Allahlah Yang Maha Benar.

MELANGGAR DISIPLIN PONDOK DAN BERDENDAM SEUMUR HIDUP

Sebenarnya seluruh santri mengetahui undang-undang dan disiplin Pondok walaupun tidak tertulis. Namun entahlah biasa terjadi seorang santri yang berdarah muda ada saja yang ingin mencoba dan ingin berlawanan terhadap disiplin Pondok. Bahkan sesetengah mereka ada yang merasakan kebanggaan tersendiri apabila berjaya melanggar dan tidak diketahui oleh pihak atasan atau bagian keamanan Pondok. Diri merasa hebat kerana telah melakukan keberanian melakukan pelanggaran.
Namun anehnya terdapat sesetengah pelanggar yang jika tertangkap oleh bagian keamanan Pondok, mereka tidak mahu menerima hukuman atau mahukan hukuman yang ringan atau diringankan. Lebih dari itu terdapat sesetengah mereka berdendam sepanjang hayat walaupun sudah keluar dari Pondok Gontor. Ini bukanlah tindakan orang yang bertanggung jawab.
Oleh itu dinasehatkan kepada para santri dan calon santri janganlah mempunyai niat untuk melanggar peraturan Pondok agar dapat belajar dengan tenang sehingga tammat husnul khatimah tanpa harus menyimpan apa-apa perasaan dendam. Baik kepada Pondok atau para pengurus yang diberi amanah bertugas sebagai keamanan Pondok.

KEBAHAGIAAN ADA DI MANA-MANA

Sebenarnya tidak kira tempat di mana saja seseorang berada kalau memang hatinya dalam keadaan sedih, maka ia akan tetap sedih. Walau diletakkan di hotel bertaraf 5 bintangpun, kalau memang hatinya sedih maka ia akan tetap sedih. Di kota mana saja dan di negara mana ia ditempatkan, ia akan tetap sedih kerana bukanlah tempat yang membuatkan seseorang itu sedih, melainkan hatinya yang membuatnya sedih.
Dan sebaliknya jika seseorang dalam keadaan bahagia, maka di mana saja ia ditempatkan niscaya ia akan tetap bahagia. Bahkan makan seadanya/sesederhana pun tidak jadi masalah kepadanya kerana hatinya bahagia. Oleh itu tempat atau makanan bukanlah sebab utama seseorang itu menjadi bahagia atau menderita. Namun penyebab utamanya adalah hatinya.
Oleh itu jika seseorang ingin merasakan kebahagiaan di Gontor, sebaiknya hatinya yang perlu dijaga. Bukan tempat Gontor itu yang dipermasalahkan. Logikanya begini: tidak sedikit orang merasa bahagia di Gontor walaupun ada juga orang yang tidak merasakannya. Dan tidak sedikit orang yang merasa menderita di kota-kota besar walaupun tidak sedikit orang yang merasakan kebahagiaan.
Ada beberapa tips yang mungkin bisa menjadikan seseorang bahagia berada di Gontor:
1. Menetapkan tujuan dan cita-cita kenapa ia harus belajar di Gontor. Perjelaskan cita-cita itu. Jika seseorang tokoh telah menjadi idaman atau idolanya. Maka hendaknya ia memperkuat cita-cita tersebut.
2. Yakin dengan sepenuhnya bahwa ia dapat mencapainya. Tidak ada keraguan sama sekali untuk dapat mencapai apa yang dicita-citakan.
3. Menerima dan bersyukur dengan apa yang dimiliki dan capai saat ini. Ini penting. Dengan keadaan dia menerima dan mensyukuri apa yang ada padanya dan alam sekitarnya, maka ia telah menciptakan alam yang kondusif untuk mendekatkannya kepada tercapainya cita-citanya. Jika seseorang tidak menerima dan senantiasa mengeluh, maka akan membuat keadaannya semakin parah dan menyedihkan hatinya. Yang demikian ini akan menjauhkan dirinya daripada apa yang dicita-citakan yang akhirnya ia akan menemui kegagalan dalam hidupnya.
Semoga tips ini dapat dipraktikkan di mana saja dan untuk apa saja.

07 October 2007

KEEGOAN DAN KEANGKUHAN TIDAK BERLAKU DI GONTOR

Seorang pelajar yang mempunyai sifat egoisme (keegoan) dan keangkuhan yang tinggi akan amat menderita dan tersiksa di Gontor. Perasaan ini harus dibuang jauh-jauh dari dalam diri agar seseorang dapat menyelesaikan pelajaran sehingga tamat di Gontor.

Peraturan agar seluruh santri TAAT DAN PATUH kepada undang-undang dan peraturan Pondok adalah sesuatu yang wajib. Tidak ada tawar menawar dan toleransi. Ini perlu difahami oleh seluruh santri dan seluruh ibubapa serta para calon pelajar yang akan masuk ke Gontor.

Walaupun sesetengah peraturan kadang-kadang tidak sesuai dengan diri atau dianggap tidak benar menurut diri, namun apabila peraturan itu sudah diterapkan, maka seluruh santri harus mengikutinya dengan hati yang ikhlas. Inilah yang termasuk pendidikan menghapuskan sama sekali rasa egoisme, rasa kesombongan, rasa diri benar, rasa diri super dan rasa diri istimewa. Di Gontor, semua sama rata, tidak dilihat apakah anak orang kaya, anak orang miskin, anak orang berpangkat, anak orang biasa, anak guru, anak bapak Kyai, anak Jawa, anak Sunda, anak Madura, anak Betawi, anak Sumatera, anak Kalimantan, anak Sulawesi Maluku Irian, anak Malaysia, anak Singapura dan lain-lain, jika seseorang melakukan pelanggaran maka sangsi atau hukuman akan dikenakan. Inilah yang namanya keadilan,
Sangsi bisa berupa hukuman ringan seperti membuat karangan, menyapu, atau hukuman setengah berat seperti botak (potong rambut habis) atau hukuman paling berat yaitu dipulangkan ke orangtua dan tidak diizinkan kembali ke Pondok selama-lamanya.
Taat dan Patuh terhadap undang-undang dan disiplin Pondok termasuk alat ukur seberapa jauh seseorang pelajar percaya terhadap Pondoknya atau meraguinya.
Oleh itu dinasihatkan kepada seluruh santri dan calon santri agar mempersiapkan hati yang betul-betul ikhlas untuk mengikuti segala peraturan dan undang-undang di Pondok Modern Gontor. Para pelajar datang untuk mencari ilmu bukan untuk bergaya atau bersombong-sombongan di sana. Para pelajar tidak perlu merusak atau mengganggu disiplin yang ada dan yang sudah berjalan berpuluh tahun lamanya. Dengan mengikuti disiplin insya Allah, manfaat dan faedah akan kembali kepada diri masing-masing.

HYMNE OH PONDOKKU

Oh Pondokku tempat naung kita
Dari kecil sehingga dewasa
Rasa batin damai dan sentosa
Dilindungi Allah ta'ala
Oh Pondokku engkau berjasa
Pada ibuku Indonesia


Tiap pagi dan petang
Kita beramai sembahyang
Mengabdi pada Allah ta'ala
Di dalam kalbu kita
Wahai Pondok tempatku
Laksana ibu kandungku
Nan kasih serta sayang padaku
Oh pondokku ......................
I ....... bu ...............ku.

(musik lagunya ada di youtube, silahkan klik: http://youtube.com/watch?v=qdzjE1eTtb4 )

PEKERJAAN

Pekerjaan itu kalau dicari banyak.
Tapi kalau dikerjakan kurang,
Kalau diomongkan tidak habis.
Trimurti

KEPENTINGAN DAN PERJUANGAN

Hanya orang-orang penting yang tahu kepentingan.
Hanya pejuang-pejuang yang tahu arti perjuangan.
Trimurti

JIWA PONDOK PESANTREN

Kehidupan dalam Pondok Pesantren dijiwai oleh suasana-suasana yang dapat kita simpulkan dalam Panca Jiwa sebagai berikut:
1. Jiwa Keikhlasan.
2. Jiwa Kesederhanaan.
3. Jiwa Kesanggupan Menolong Diri Sendiri (Berdikari).
4. Jiwa Ukhhuwwah Diniyyah Yang Demokratis antara Para Santri.
5. Jiwa Bebas. (bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depannya dan memilih jalan hidup di dalam masyarakat kelak bagi para santri, dengan berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi kesulitan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan ang telah diajarkan di Pesantren. Kebebasan itu bahkan sampai pada bebas dari pengaruh asing/kolonial.

PENGINAPAN BAGI IBU BAPA DATANG KE GONTOR

Bagi ibubapa yang ingin menemui anaknya, disediakan ruang tamu penginapan sederhana ala lesehan tanpa dikenakan apa-apa bayaran. Tetapi bagi mereka yang menginginkan tempat yang berbayar juga disediakan wisma penginapan dengan bayaran yang tidak mahal. Untuk satu malam biaya sekamar Rp 50.000,- (RM20.00). Diharapkan para tamu tetap menjaga disiplin Pondok dan tetap membiarkan anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan wajib yang ada di Pondok. Semua ini untuk kejayaan para pelajar itu sendiri.

BIAYA YANG DIPERLUKAN UNTUK CAPEL DARI MALAYSIA

Berikut ini adalah perkiraan secara garis besar, biaya yang diperlukan bagi Capel (calon pelajar) yang datang dari Malaysia. Biaya ini mungkin kurang dari itu atau lebih mengikut kadar pertukaran wang semasa:

BIAYA YANG DIPERLUKAN UNTUK PELAJAR DARI MALAYSIA

1. Surat Sponshorship RM 50.00
2. Urusan pengambilan visa di Kedutaan Besar R.I RM 130.00
3. Tiket Kapal Terbang (KLIA – Solo) RM 350.00
4. Taxi dari airport Solo ke Gontor RM 100.00
5. Uang Pendaftaran (seperti dalam perincian) RM 870.00
6. Urusan visa belajar di Indonesia setahun RM 1200.00
7. Almari, tilam, bantal, pakaian sekolah dll RM 600.00
8. Buku-buku pelajaran tahun pertama RM 200.00

Jumlah RM 3500.00 (tiga ribu lima ratus ringgit)

Oleh kerana jumlah wang yang dikeluarkan cukup besar, maka dinasihatkan ibubapa dan calon pelajar benar-benar sudah siap dan ikhlas untuk belajar di Gontor sehingga selesai. Amat disayangkan jika di sana seorang anak tidak belajar apa-apa dan pulang dengan tangan kosong. Jangan Rugi umur, rugi tenaga, rugi materi, rugi perasaan dan rugi segalanya. Selamat belajar dan selamat mencari ilmu. Semoga berjaya.

06 October 2007

BIAYA PENDAFTARAN SISWA BARU DAN DAFTAR ULANG SISWA LAMA

Biaya Administrasi Calon Pelajar
1. Uang Pangkal masuk KMI Rp 1000.000,-
2. Uang untuk penambahan bangunan baru Rp 250.000,-
3. Uang Kepanitiaan bulan Syawal Rp 100.000,-
4. Uang Kerta Rp 150.000,-
5. Uang majalah Gontor Rp 150.000,-
6. Uang Kesehatan Rp 100.000,-
7. Uang Pembangunan Kampus Baru PM Gontor Rp 200.000,-
8. Iuran uang sekolah dan Pondok / SPP (per bulan) Rp 150.000,-
9. Iuran uang makan (per bulan) Rp 150,000,-
J u m l a h Rp 2.250.000,-


Biaya Administrasi Daftar Ulang untuk Pelajar Lama
Uang Penambahan bangunan baru Rp 250.000,-
Uang kepanitiaan bulan Syawwal Rp 100.000,-
Uang Kertas Rp 150.000,-
Uang Majalah Gontor Rp 150.000,-
Uang Kesehatan Rp 100.000,-
Uang pembangunan Kampus baru PM Gontor 1 Rp 200.000,-
Iuran uang sekolah dan Pondok (per bulan) Rp 150.000,-
Iuran uang makan (per bulan) Rp 150.000,-
J u m l a h Rp1.250.000,-

Pembayaran tiap bulan:
1. Iuran uang sekolah dan pondok Rp 150.000,-
2. Iuran uang makan Rp 150.000,-
J u m l a h Rp 300.000,-

KELAS 6 PERIODE BAPAK K.H. KAFRAWI RIDHWAN, M.A. 100% LULUS

Pernah pada suatu pertemuan di BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) gontor, Bapak K.H. Kafrawi Ridhwan M.A. bernostalgia bahwa kelas 6 pada periode beliau lulus 100 % karena waktu itu jumlah murid kelas 6 hanya 4 orang saja. Para Santri yang mendengarkan pada mulanya terkagum-kagum ketika diberitahukan 100 % namun akhirnya diikuti dengan gelak ketawa karena jumlah murid kelas 6 hanya 4 orang.

DOA PAK SAHAL DAN PAK ZAR

"Ya Allah, kalau sekiranya saya akan melihat bangkai Pondok saya ini, panggillah saya lebih dahulu ke hadirat-Mu, untuk mempertanggung-jawabkan usahaku ini", begitu bunyi do'a Bapak Pengasuh K.H. Ahmad Sahal.

"Ya Allah, kalau sekiranya perguruan yang saya pimpin ini tak akan memberikan faedah-faedah kepada masyarakat, lenyapkanlah ia dari pandangan saya dengan segera" Demikianlah doa Bapak Pengasuh K.H. Imam Zarkasyi.

MUSIK DI PONDOK MODERN

Musik merupakan salah satu cabang kesenian yang sukar dipisahkan dari kehidupan manusia dari zaman ke zaman. Dalam hal ini, Gontor tidak melarang adanya musik asalkan tidak mengundang kepada maksiat seperti percampuran antara lelaki perempuan, perkataan-perkataan di dalam lagu yang tidak merusak akhlak, dan tidak melalaikan kewajiban agama seperti meninggalkan shalat dan sejenisnya.
Walaupun musik diizinkan di dalam Pondok namun diberikan batasan-batasan tertentu dan hanya sekedar untuk selingan kehidupan sahaja. Musik bukanlah menjadi cita-cita dan matlamat seseorang santri dalam hidupnya.
Biasanya santri yang memiliki bakat seni musik, setelah tamat KMI dan bergelar ustadz, mereka akan mengetahui di mana dan bagaimana mereka harus menempatkan dirinya di dalam masyarakat.
Gontor tidak menghalangi bakat setiap santri selama tidak melanggar norma-norma agama. Oleh itu cabang kesenian yang lain juga berkembang di Pondok seperti kesenian olah raga: sepak bola, bola volley, bulu tangkis, sepak takrow, bela diri karate dan silat, gymnastik, pingpong dll. Di samping itu kesenian merangkai janur, dekorasi dan landscap / pertamanan juga dikembangkan oleh para santri yang meminatinya. Keterampilan seperti menjahit, elektronik, kewartawanan, seni menulis khat, menaip dan lain-lain juga banyak diikuti oleh para santri.

IDE TRIMURTI

I. Pak Sahal Berkata:
"Jangan Tebuireng diGajahMadakan, tetapi Gajah Mada itulah yang harus diTebuirengkan".

II. Kalau ada orang yang memuji-muji hasil pelajaran dan pendidikan Pondok Modern, janganlah hal itu mempengaruhi arah kita atau prinsip kita.

III. Kita memang mengatakan dan menginginkan, Pengetahuan Umum tamatan KMI itu supaya setaraf dengan Pengetahuan Umum SMA bahkan dalam beberapa hal dapat melebihinya.

Tetapi ini jangan diartikan sama atau ingin disamakan (di SMA kan), tidak.

Jangan-jangan nanti ada usul:
"Supaya ilmu dagang dikuatkan"
"Supaya ilmu pertanian dikuatkan"
"Supaya menghafal al Quran diadakan",............

Kalau ada yang berkata:
Supaya dapat menjabat ..............
untuk dapat masuk ke Fakultas Umum, .......

maka masukkan saja ke SMA. Dan itu dapat diartikan bahawa ia telah keluar dari jiwa Pondoknya. Sedang SMA nya itupun tidak akan dapat menjamin.

Kalau ada orang yang ingin semua, untuk menjadi ulama, dan sebagai ahli tehnik, dan juga ahli kedokteran, dan juga ahli ekonomi...........ini tidak dapat dibernarkan.

Semoga Allah senantiasa menolong dalam semua langkah dan amal kita semua. amin

ADMINISTRASI DI PONDOK MODERN GONTOR

Gontor mempunyai prinsip Administrasi sebagai berikut:

Kemajuan tanpa administrasi akan hancur
Administrasi tanpa kemajuan omong kosong
Tidak ada gunanya.

Administrasi yang rapi mutlak perlu (wajib)
Untuk menjaga kepercayaan.

(dikutip dari buku Pekan Perkenalan Tingkat Dua, halaman 19).

KEIKHLASAN TRIMURTI PENDIRI PONDOK MODERN GONTOR

"Kiranya tempat, pakaian, makan dan minum saya lebih mewah, lebih bagus, lebih enak daripada tempat, pakaian, makan dan minum anak-anakku (santri) sekalian, maka anak-anakku boleh memberontak saya" -Trimurti

PONDOK GONTOR BUKAN PONDOK TAHFIZ AL QURAN

Mungkin ada orang yang salah sangka dan salah alamat, menghantar anaknya ke Gontor untuk menghafal Al Quran. Di Indonesia banyak pondok-pondok pesantren yang mengkhususkan pelajaran di bidang Al Quran dan hafalannya seperti di Kudus, Madura, Sulawesi dan pondok-pondok lain.
Adapun Pondok Modern Gontor lebih banyak mengarah kepada pembinaan kader pemimpin ummat, pembinaan mental.
Semua apa yang dilihat, didengar dan dirasakan di Pondok Gontor merupakan pelajaran. Maka pelajaran bukan hanya di dalam kelas saja tetapi juga di luar kelas selama 24 jam.
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris adalah Bahasa Pengantar wajib dipraktekkan di dalam kehidupan sehari-hari selama di Pondok. Sesiapa santri yang melanggarnya maka akan dikenakan hukuman yang wajar.
Pelajaran Agama dan Umum dipelajari serentak di dalam kelas dan diperkuat di dalam kelas tambahan waktu sore dan dibimbing oleh para ustadz pada malam harinya sebelum tidur.
Kegiatan olahraga, kesenian dan keorganisasian dijalan secara praktek sehari-hari.
Di Pondok tidak ada undang-undang yang tertulis yang dapat dilihat dan dibawa oleh penghuni atau para tetamu. Peraturan yang tetap ada ditentukan oleh "Dhamir" yaitu "perasaan halus, hati nurani, hati kecil, hati sanubari.
Maka apabila "Dhamir"nya mengatakan tak baik, maka itulah Pondok Modern Gontor dan sunnahnya. Pada hakekatnya Dhamir tidak pernah menyesatkan seseorang ke jurang kesesatan, hanya kebanyakan orang itu sendiri yang sering menipu dirinya sendiri; mengerjakan yang tidak sesuai dengan perasaan hati nuraninya sendiri, tidak menurut perasaan hati nuraninya.

MOTTO

I. Berani Hidup Tak Takut Mati
Takut Mati Jangan Hidup
Takut Hidup Mati Saja.
Sekali Hidup...Hidup Berarti

II. Sistem Itu Ibarat Bendo / Parang
Kita Harus Mau Dan Tahu Memakainya
Sungguh-sungguh, Sepenuh Jiwa Demi Kebaikan
Insya Allah Dengan Alat Yang Kecil Ini
Dapat Memotong Pohon Yang Besar

III. Perjuangan Memerlukan Pengorbanan
Bondo, Bahu, Fikir,
Lek Perlu Sak Nyawane Pisan

Trimurti

PENDIDIKAN ITU MAHAL

Setiap orang menginginkan anaknya berjaya sukses. Kalau bisa di semua bidang. Tetapi itu kan tidak mungkin dan mustahil. Biasanya seseorang itu diberi kelebihan oleh Allah di satu-satu bidang tertentu dan mempunyai kekurangan di sisi lain. Itulah manusia, tiada yang sempurna. Allah Maha Sempurna.
Setiap orangtua menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang baik. Namun tidak sedikit dari kalangan orangtua yang mencari pendidikan yang murah dengan mengharapkan hasil pendidikan yang baik. Bukanlah mustahil terdapat suatu balai pendidikan yang murah namun hasilnya baik. Tapi bolehlah dikatakan amatlah jarang apalagi untuk zaman sekarang ini.
Gontor adalah salah sebuah balai pendidikan yang berontasikan ibadah. Apa yang ditanamkan oleh Trimurti Pendiri Pondok Gontor adalah unsur ibadah dan keikhlasan.
Dalam masa Pondok Modern berusia sampai 10 (sepuluh) tahun, Pondok tak pernah menarik uang sekolah walau sepeserpun dari para santrinya. Dalam masa 49 (empat puluh sembilan tahun berdirinya KMI, Bapak Pengasuh belum pernah makan uang sekolah anak-anak walau sepeserpun. Uang sekolah di Pondok Modern dipungut sekadar mencukupkan keperluan-keperluan sekolah saja. Uang sekolah ditarik, tetapi untuk:
- Uang Pendidikan, dan pada mula pertamanya, yang gratis lebih banyak.
- Jauh dari mencukupi keperluan dan hajat.
-Alat-alat lebih diutamakan.
-Tidak untuk mencari hasil.
Tidak banyak Balai Pendidikan seperti ini untuk zaman sekarang. Dan sistem ini masih diamalkan sehingga sekarang walaupun sudah berjalan 80 tahun lebih. Perlu diketahui bahwa Para Pimpinan dan guru-guru yang mengajar dan berkhidmat di Gontor tidak digaji dari uang sekolah yang dibayarkan oleh murid. Oleh itu tidak seorang muridpun yang berani melawan gurunya atas alasan dia telah membayar gurunya.
Walau bagaimanapun ibubapa harus menyedari bahwa Pendidikan itu Mahal. Tanyalah kepada hati: Berapakah biaya yang harus ibubapa keluarkan untuk mengidamkan anaknya menjadi seorang yang baik dan shalih ?????

05 October 2007

PAGELARAN SENI PANGGUNG GEMBIRA

Setiap tahun, Pondok mewajibkan seluruh siswa kelas VI (kelas akhir) untuk menampilkan sebuah acara yang cukup berprestij yang dinamai dengan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Acara ini benar-benar menjadi target barometer untuk menilai keberhasilan pendidikan anak-anak selama belajar di Gontor. Biasanya acara ini diadakan sebagai penutupan dari seluruh rangkaian Pekan Perkenalan Pondok Modern untuk seluruh siswa baru, siswa lama dan seluruh guru-guru dan keluarga mereka.
Pekan Perkenalan atau disebut Pekan Khutbatul 'Arsy diadakan sebagai program wajib untuk memperkenalkan dan mengingatkan mengenai Pondok Modern Gontor. Apa itu Pondok dan Apa yang dicari di Pondok dan segala perkara yang berkaitan dengan Pondok. Pekan Perkenalan diharapkan dapat menghindari berulangnya peristiwa hitam yang pernah berlaku pada 19 Maret 1967.
Sedangkan Panggung Gembira diadakan untuk menutup keseluruhan rangkaian acara Pekan Perkenalan tersebut di samping untuk menghibur para siswa yang baru mengenali alam kepesantrenan. Acara ini secara keseluruhan diprakarsai oleh seluruh siswa kelas VI.
Apa yang dapat dipelajari dari pengadaan acara Panggung Gembira ini ?. Antara pelajaran yang penting adalah:
1. Pendidikan Tanggungjawab. Setiap siswa bertanggungjawab untuk mensukseskan acara ini dari sejak pencarian dana sehingga selesainya acara. Mereka yang mencari dana dan mengeluarkan dana, mereka yang menyediakan dan mendekorasi panggung, mereka yang membuat undangan dan yang menjadi tuan rumah acara, mereka yang menjadi pemain dalam acara tersebut dan yang mengatur, mereka yang akan membersihkan tempat sehingga acara selesai. Dalam hal ini didukung oleh para pembimbing dari ustadz-ustadz.
2. Pendidikan Kebersamaan. Mereka yang mempunyai latar belakang berbeda suku, adat istiadat, dan kebudayaan melebur menjadi kelompok yang bersatu. Bersama menjayakan acara ini. Perasaan Egoisme harus dibuang jauh-jauh.
3. Pendidikan Keikhlasan. Mereka melakukan latihan siang malam, mencari dana, sehingga selesainya acara, tidak ada satu pun mereka dibayar. Mereka melakukannya dengan ikhlas.
4. Pendidikan Keberanian dan Kepercayaan Diri. Tidak mungkin acara ini akan sukses jika para siswa kelas VI terdiri daripada orang-orang yang penakut dan mempunyai perasaan rendah diri.
5. Pendidikan Penampilan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Acara ini ditampilkan dalam Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Oleh itu tata bahasa yang digunakan selama acara berlangsung merupakan tolak ukur pencapaian bahasa pada siswa akhir periode itu.
6. Pendidikan Kepimpinan. Untuk mengatur jumlah seluruh santri kelas akhir yang menghampiri 800 orang, bukanlah sesuatu perkara yang mudah jika tidak mempunyai ketrampilan Memimpin yang memadai. Para siswa sejak menduduki kelas V sehingga kelas VI sudah dilatih menjadi seorang pemimpin melalui banyak organisasi yang wujud di Gontor termasuk OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern).
7. Pendidikan Kedisiplinan yang tinggi. Acara ini akan berlangsung dengan jayanya jika sejak permulaan konsep sehingga selasai dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Mereka bagaikan kumpulan semut yang setiap siswa melakukan tanggungjawabnya masing-masing.
Panggung Gembira dilaksanakan dua hari selepas acara Drama Arena yaitu program serupa yang dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas V.

03 October 2007

CALON PELAJAR DARI MALAYSIA

Bagi Calon Pelajar (Capel) dari Malaysia hendaknya menguruskan visa belajar dulu sebelum masuk Indonesia. Caranya mudah yaitu dengan memohon kepada Gontor agar menerima capel tersebut sebagai salah seorang pelajarnya dan selama berada di Indonesia adalah berada di bawah tanggung jawab Pondok Modern Gontor. Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Ust. Masruh (+60123398437) atau ust. Haris (+60166972893).

Sebaiknya dikirim anak-anak yang baik akhlaknya dan baik prestasi pelajarannya agar di sana dapat menyelesaikan pelajaran sehingga tammat. Seperti diketahui bahawa Gontor terkenal dengan disiplin yang ketat dan pelajarannya yang banyak.
Selamat berjaya.

02 October 2007

DISIPLIN DI PONDOK GONTOR

Gontor sejak dari dahulu memang terkenal dengan disiplinnya yang amat ketat. Dengan tegaknya disiplin di Pondok, maka seluruh santri dapat menikmati hasil pembelajaran selama berada di Pondok. Semua peraturan berjalan dengan lancar dan rapi. Cuba bayangkan jika sebuah Pondok tidak mempunyai disiplin yang ketat dengan murid yang jumlahnya cukup besar. Gontor 1 dihuni oleh hampir 5000 orang santri, dan secara keseluruhan Gontor 1-10 dihuni oleh lebih 18000 ribu santri. Tentunya bisa mengakibatkan kejadian huru-huru yang sukar dikawal.

Oleh itu siapa sahaja yang berada di Pondok Gontor, seharusnya sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti semua disiplin yang ada di dalamnya. Jika seseorang santri mencoba melanggar disiplin dan berusaha untuk sentiasa berlawanan dengan disiplin maka dia akan terasa tersiksa selama berada di dalam Pondok.
Seorang santri harus ikhlas mengikut semua disiplin, taat pada pimpinan dan para pembantunya. Senantiasa berbaik sangka bahawa peraturan dan disiplin dibuat tidak lain hanyalah untuk kebaikan dan keuntungan para santri itu sendiri.
Peraturan taat kepada pimpinan dan para pembantunya (para ustadz dan para pengurus) merupakan pelajaran yang penting untuk menghilangkan keangkuhan pribadi dan keegoan. Berniatlah dengan mentaati peraturan dan disiplin ini adalah merupakan sebahagian ibadah fi thalabil 'ilmu (ibadah mencari ilmu).